Satpol PP Badung Hentikan Pembuatan Kandang Kuda di Area Pemelastian Pantai Sekeh

  • Whatsapp
PROSES pemanggilan penanggung jawab proyek di kantor Induk Satpol PP Badung. Foto: ist
PROSES pemanggilan penanggung jawab proyek di kantor Induk Satpol PP Badung. Foto: ist

MANGUPURA – Satpol PP Badung akhirnya menghentikan pembuatan kandang kuda di area pemelastian Desa Adat Tuban di Pantai Sekeh, Senin (22/2/2021). Penanggung jawab proyek dari Kelompok Nelayan Mina Segara Kuta didampingi perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Badung telah menandatangani surat pernyataan penghentian aktivitas tersebut.

Sebelum ada kesepakatan dari kedua belah pihak yang memanfaatkan Pantai Sekeh, yaitu Desa Adat Tuban dan Desa Adat Kuta, aktivitas pembangunan di area tersebut dilarang.

Bacaan Lainnya

Kasatpol PP Kabupaten Badung, IGAK Surya Negara, menerangkan, mencegah semakin larutnya kisruh masyarakat akibat aktivitas pembangunan tersebut, pihaknya meminta menghentikan kegiatannya. Hal itu sekaligus menegaskan bahwa status Pantai Sekeh saat ini berstatus quo, atau tidak diperbolehkan ada kegiatan pembangunan apapun itu. ‘’Intinya kami dari Satpol PP tidak menginginkan adanya gangguan Tibumtranmas di seputar sana,’’ tegasnya.

Dari informasi yang ia ketahui, pada 2005, pihak Bendesa Adat Tuban dan Kuta telah menjalin suatu kesepakatan terkait pemanfaatan bersama Pantai Sekeh. Seperti sebagai tempat melasti oleh Desa Adat Tuban, untuk tempat pemangkalan jukung oleh Nelayan Samudra Jaya dari Desa Adat Kuta, serta sebagai tempat rekreasi umum.

Baca juga :  Komoditas Cabai PKU Desa Taro Rambah Pasar Swalayan

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya meminta agar kesepakatan itu bisa dijunjung dan dilaksanakan adanya. Sebab, hal itu sangat riskan terjadi gesekan di lapangan, jika hal itu tidak dijaga dengan baik.

Untuk menghindari kejadian itu terulang kembali kedepannya, ia menyarankan agar pihak terkait bisa melaksanakan pertemuan kembali. Misalnya dengan difasilitasi oleh Camat Kuta, karena Pantai Sekeh masuk wilayah Kecamatan Kuta. Sebelum pertemuan itu dilaksanakan dan menghasilkan sebuah kesepakatan, ia meminta agar jangan ada lagi kegiatan apapun yang bersifat emicu permasalahan antarpihak disana.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Badung, Wayan Sukanta, menambahkan, pembuatan surat pernyataan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyitaan identitas pekerja dan penanggung jawab proyek oleh Satpol PP BKO Kuta. Identitas itu dikembalikan, jika yang bersangkutan datang ke Kantor Satpol PP Badung untuk memberikan penjelasan dan membuat surat pernyataan. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.