Satgas Buleleng Jajaki PHRI, Sejumlah Hotel Siap Isolasi Pasien OTG-GR Covid-19

  • Whatsapp
TIM Satgas Buleleng melakukan pertemuan dengan BPC PHRI, Minggu (21/2/2021), untuk membahas kesiapan hotel sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19 dengan status OGT maupun GR. foto: rik

BULELENG – Terhitung mulai 19 Februari 2021, evakuasi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun Gejala Ringan (GR)Covid-19 ke hotel tempat karantina di Provinsi Bali, dihentikan sementara.

Melihat kondisi yang ada, Pemkab Buleleng, Bali memutuskan untuk penanganan atau pengawasan terhadap pasien terkonfirmasi Covid-19 dilakukan secara terpusat di hotel dengan pengawasan Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng.

Bacaan Lainnya

Untuk menentukan dan kesiapan hotel yang akan dijadikan tempat isolasi terhadap pasien Covid-19 dengan status OTG maupun GR, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng mulai menjajaki pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng.

Pertemuan awal ini dipimpin Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Minggu (21/2/2021). Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, Gusti Nyoman Mahapramana; Kepala Satpol PP, Putu Artawan; Kepala BPBD, Ida Bagus Suadnyana; Kabag OPS Polres Buleleng, Kompol AA Wiranata Kusuma; serta pengurus dan anggota PHRI Buleleng.

Gede Suyasa mengatakan, isolasi pasien OTG maupun GR kewenangannya kini telah dilimpahkan ke kabupaten, dari yang sebelumnya terpusat di tempat disediakan Satgas Provinsi Bali. Pertemuan ini untuk membahas lebih lanjut pendataan hotel di Buleleng dan terkait dengan hal teknis lainnya yang mesti dilakukan untuk menyiapkan hotel di Buleleng sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Baca juga :  ‘’Tukang Suwun’’ Jalani ‘’Rapid Test’’, Pasar Kidul Mendadak Sepi

Sekda Buleleng ini berharap pemilik hotel bisa membantu dan bersedia hotelnya dijadikan tempat isolasi untuk pasien OTG maupun GR. “Ya, sejumlah hotel sudah bersedia. Tinggal mendata jumlah OTG maupun GR dengan jumlah kamar tersedia oleh masing-masing hotel,” kata Suyasa.

Sementara itu, Ketua BPC PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa, mengaku siap untuk membantu program pemerintah terutama penanganan pandemi Covid-19 di Buleleng. “Secara kemanusiaan kami pasti bantu. Tapi, ada beberapa hal yang masih perlu ditanyakan, seperti standar operasional prosedur (SOP) yang perlu dibahas lebih lanjut,” ujarnya.

Senada dengan Sekda Suyasa, Dewa Suardipa menyatakan sudah ada beberapa hotel bersedia membantu penanganan pasien OTG maupun GR di Buleleng. Nanti akan ada lagi hotel lainnya yang menyusul. “Nantinya mereka (para GM hotel yang hadir pertemuan) menyampaikan SOP kepada para pemilik hotel. Kami di PHRI siap mendukung,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.