Sambut “Pengerupukan”, Bupati Dana Minta Tak Ada Keramaian

BUPATI Karangasem, I Gede Dana. Foto: ist
BUPATI Karangasem, I Gede Dana. Foto: ist

KARANGASEM – Ritual pengerupukan yang sebelum-sebelumnya galib diisi arak-arakan ogoh-ogoh akan kembali berjalan seadanya pada tahun ini, karena kasus positif Covid-19 di Karangasem belakangan mengalami lonjakan. Menyikapi itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana, minta masyarakat sementara waktu tidak membuat keramaian.

Pada Selasa (15/2/2022), Dana kepada awak media di depan wantilan Kantor Bupati Karangasem mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 belakangan ini Karangasem memang mengalami lonjakan. Namun, angkanya tidak setinggi daerah lain seperti Denpasar atau Badung, misalnya.

Read More

Soal izin pembuatan dan pengarakan ogoh-ogoh, Dana mengaku sejauh ini belum mendapat laporan dari masing – masing desa adat ada generasi mudanya membuat ogoh-ogoh. Dengan situasi saat ini, kata dia, sepertinya di Karangasem belum ada geliat membuat ogoh-ogoh. Apalagi jelas dalam Surat Edaran Gubernur Bali menyebutkan, meski diperbolehkan ada pengarakan ogoh-ogoh, tetap ada syarat tertentu yang sulit dipenuhi jika mempertimbangkan perkembangan kasus Corona yang terjadi ke depan. 

“Kita lihat perkembangan Covid-19 dulu, karena kita tidak tahu perkembangan kasus ke depannya seperti apa. Tetapi menurut saya sebaiknya jangan dulu,” pinta Dana melalui awak media. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.