DENPASAR – Purna sudah tugas I Wayan Suyasa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Badung. Sabtu (25/7/2020) malam dia ditabalkan secara resmi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Badung usai Musda Partai Golkar Badung. Sempat disinyalir ada pihak yang mencoba menjadi pesaing, tapi terbukti Suyasa dipilih secara aklamasi dengan didampingi AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra sebagai Sekretaris.
Dalam pembukaan Musda, saat sambutan Suyasa mengaku dia layak berbahagia karena dapat menunaikan puncak tugas sebagai Plt. Amanat sebagai Plt oleh partai, jelasnya, yakni melaksanakan Musda dan konsolidasi internal. “Instruksi itu sudah saya laksanakan sebagai Plt melalui Musda ini,” cetus Wakil Ketua DPRD Badung itu.
Di tahun 2020 yang diwarnai wabah Corona ini, ujarnya, Golkar tidak selalu berbicara tentang politik. Golkar justru lebih banyak membahas masalah kemanusiaan sebagai dampak Corona sesuai amanat partai. Tugas sebagai Plt, kata dia, yakni mendapat pemimpin definitif untuk menjalankan partai melalui Musda. “Siapapun pemimpin itu dia harus dijunjung. Mari kita bersatu untuk membesarkan Golkar,” ajaknya.
Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, sebagai peninjau mengingatkan para kader menjaga soliditas internal. Untuk memudahkan kader memahami pesan itu, Sugawa menayangkan dua video tentang kehidupan fauna melalui layar besar di belakangnya. Satu topik tentang pertumbuhan burung elang sejak kecil sampai dewasa, satu lagi tentang pertarungan sengit dua satwa. Saking sengitnya, kedua tidak sadar ada predator mengintai dan menerkam salah satunya sebagai mangsa.
“Seperti elang itu, Golkar harus berani berubah. Dengan perubahan kita bisa bertahan, dan kita harus siap menghadapi perubahan dengan mengalahkan diri sendiri,” tuturnya dengan ekspresi serius.
Sugawa menyitir kisah Mahabharata, di mana sosok Gatotkaca ikhlas mengorbankan diri untuk menghadapi Karna. Tujuannya agar Konta, senjata utama Karna yang hanya bisa digunakan sekali, bisa ditujukan ke Gatotkaca. Dengan demikian, Arjuna dapat selamat dan Pandawa bisa memenangkan perang demi negara dan kebenaran.
“Tidak perlu berkorban nyawa, kader Golkar cukup mengalahkan diri sendiri ketika bicara membesarkan organisasi. Itu harus ada di jiwa kader. Saya harap semua mengalahkan diri untuk kemajuan Golkar, dan Musda berjalan baik serta berbudaya,” pesannya sarat makna, yang membuat hadirin terdiam.
Berpolitik, sambungnya, jangan dianggap seram. Justru mesti dapat merangkul dengan santun dan tidak fanatisme berlebihan. Singkat kata, Golkar mesti menjauhkan diri dari pertentangan. “Kita sudah lelah berbeda, kembalikan citra baik dengan musyawarah. Saya harap Musda Badung ini berjalan dengan aklamasi,” pintanya.
Strategi merangkul, cetus Sugawa, dipratikkan dengan mengajak Wayan Muntra yang dicopot dari Ketua DPD Partai Golkar Badung, ke dalam struktur DPD Partai Golkar Bali hasil Musda pada Februari lalu. “Jangan tarung terus, karena ada yang akan mengobrak-abrik kita dari luar. Seperti hewan yang bertarung itu, karena asyik bertarung, malah diterkam harimau,” tandasnya. hen
























