Sah Pimpin Askot PSSI Denpasar Dua Periode, Turah Mantri : Mengabdi dengan Kejujuran

AA. Ngurah Garga Candra Gupta (tengah) foto bersama usai agenda penetapan dirinya sebagai Ketua Umum Askot PSSI Denpasar periode 2023-2027. foto : ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Setelah seminggu sebelumnya terpilih secara aklamasi pada kongres biasa Minggu (20/8/2023), AA. Ngurah Garga Candra Gupta ditetapkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar periode 2023-2024 di tempat yang sama, Hotel Kepundung Denpasar, Minggu (27/8/2023).

Ini artinya pria yang akrab disapa Turah Mantri ini sah memimpin Askot PSSI Denpasar dalam dua periode. Sebagaimana diketahui periode pertama (2019-2023) dilewati dengan berbagai prestasi gemilang, dimana puncaknya adalah juara umum cabor sepakbola (PSSSI) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2022.

Read More

Selain klub-klub anggota yang nata bene pemilik hak suara (votter), penetapan Turah Mantri sebagai Ketum Askot PSSI Denpasar dalam periode keduanya, juga dihadiri Asprov PSSI Bali, I Gusti Anom Jaksa Saputra (Waketum) dan Dewa Teges (Sekretaris Umum). Juga hadir KONI Denpasar yang diwakili Sekretarisnya Made Darmiyasa.

Dalam arahannya, KONI Denpasar minta Turah Mantri tetap membuat surat pernyataan terkait kesiapannya sebagai Ketua Umum Askot PSSI Denpasar meski yang bersangkutan diketahui terpilih secara aklamasi.

Ia juga minta pengurus Askot PSSI bisa lebih baik dalam hal pengelolaan keuangan sesuai aturan. Yang tak kalah penting, pertanggungjawaban akhir pengurus adalah prestasi yang diharapkan KONI Denpasar.

Gayung bersambut, periode pertama kepemimpin Turah Mantri sudah menjawabnnya dengan prestasi membanggakan, dimana Askot PSSI Denpasar menjadi juara umum pada Porprov Bali XV/2022 dengan 2 medali emas dari tiga yang diperebutkan. Bahkan nyaris sapu bersih, tapi futsal gagal di final dan harus puas dengan medali perak.

Dua medali emas diraih dari beach soccer (sepakbola pantai) dan di cabor paling bergengsi yakni sepakbola lapangan besar yang merupakan medali emas paling bergengsi setiap hajatan multi event. Bahkan sekeping medali emas sepakbola lapangan besar, menurut Ketua Umum KONI Denpasar Ida Bagus Toni Astawa sangat memuaskan kontingan Denpasar, karena paling tidak ”menodai” kesempurnaan kontingen Badung sebagai juara umum Porprov Bali XV.

Jadi juara umum Porprov XV/2022, plus hattrick juara Liga 3 zona Bali juga sekaligus membawa kembali kejayaan Denpasar menjadi barometer persepakbolaan di Bali. Hal itu diakui Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana dan Ketua Bidang Organisasi KONI Denpasar Made Raka, saat sama-sama memberi sambutan pada pembukaan kongres biasa Askot PSSI Denpasar, pekan lalu.

Pujian serupa juga dilontarkan Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Bali, I Gusti Anom Jaksa Saputra. Menurutnya, Askot PSSI Denpasar dipimpin orang yang tepat dalam 2 periode ini. ”Turah Mantri sejak kecil sudah senang bermain bola, bahkan sempat jadi pemain Perseden, dan sekarang mengabdi jadi pengurus Askot PSSI Denpasar,” ucapnya.

Kejujuran
Dalam sambutannya, Turah Mantri menyatakan terima kasih atas kepercayaan klub-klub anggota kepada dirinya kembali menakhodai Askot PSSI Denpasar. Karena itu, dia pun kembali minta dukungan klub-klub dalam mempertahankan prestasi yang sudah diraih pada periode sebelumnya.

Ia juga menuturkan filosofi kepemimpinnnya yakni mengabdi dengan kejujuran yang selalu diamanatkan orangtuanya. ”Orangtua selalu berpesan, hal paling utama dalam sebuah pengabdian adalah kejujuran,” ujar Turah Mantri seraya mewanti-wanti kepada pihak yang tak sejalan dengan programnya, hendaknya jangan ikut bergabung jadi pengurus Askot PSSI Denpasar.

Turah Mantri juga berjanji siap mengakomodir keinginan klub-klub untuk menempatkan diri menjadi pengurus di Askot PSSI Denpasar. ”Ini ide bagus untuk memperkuat rasa memiliki. Tapi ada syaratnya, harus kompak, mau bekarja bersama-sama dan tidak saling menyalahkan,” pintanya.

”Saya juga tekankan, jangan jadi pengurus papan nama apalagi menyimpang dari aturan. Saya akan terus lakukan evaluasi terhadap jajaran pengurus. Sekali melanggar aturan, saya akan langsung berhentikan. Hal ini juga saya lakukan pada periode kepengurusan sebelumnya,” tegas Turah Mantri.

Ia juga menyebut, ada beban berat pada periode kedua kepemimpinannya, terutama mempertahankan prestasi Porprov XV/2022. Tetapi seberat apa pun beban itu, menurutnya harus dihadapi dengan rasa optimistis sepanjang pengurus kompak, mau kerja keras dan klub-klub anggota mendukung.

”Saya dengar, Porprov Bali XVI akan digelar tahun 2025 (setelah PON tahun 2024). Jadi, kami di jajaran pengurus punya waktu cukup banyak dalam mempersiapkan tim-tim, baik itu di cabor futsal, beach soccer maupun sepakbola lapangan besar,” pungkas Turah Mantri.

Pada bagian lain, Ketua Panitia Made Witarka mengucap syukur karena seluruh rangkaian Kongres Biasa Askot PSSI Denpasar berjalan lancar, aman dan tertib sesuai dengan rencana. ”Semua ini tak terlepas dari partisipasi dan dukungan klub-klub anggota, sehingga kongres biasa ini bisa berjalan sukses,” ucapnya.

Terkait susunan pengurus lengkap Askot PSSI, Witarka menyebutkan sepenuhnya berada di tangan Turah Mantri sebagai ketua umum sekaligus formatur tunggal. ‘Klub-klub yang ingin punya perwakilan di kepengurusan, dipersilakan menyerahkan nama-nama yang diusung. ”Formatur akan menggarapnya seminggu ke depan,” pungkasnya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.