POSMERDEKA.COM, BANGLI – Menyambut HUT ke-67 Pemprov Bali dan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali di Bangli mengadakan pelayanan kesehatan tradisional gratis, mulai Selasa (12/8/2025) sampai Rabu (13/8/2025). Pelayanan kesehatan di jaba Pura Tirta Ganapati RSJ itu, terdiri dari layanan olah pikir/tenung kelahiran, terapi tradisional, dan pelukatan dasa mala.
Menurut Katim Kesehatan Tradisional, dr. Ni Komang Sri Purtiwi, sebagai institusi layanan, RSJ MSM untuk kali kedua melaksanakan pelayanan tradisional gratis dengan tema ”Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama Peduli”. Kegiatan ini juga bagian dari program atau layanan kesehatan tradisional (yankestrad) RSJ MSM,. “Upacara yang kami laksanakan guna membantu atau meringankan beban masyarakat agar bisa mengikuti upacara tersebut,” jelasnya, Rabu (13/8/2025).
Sebanyak 39 peserta mengikuti kegiatan ini. Untuk hipnoterapi tradisional dilayani I Gede Arta, olah pikir dan pelukatan dasa mala oleh dalang I Dewa Made Putra Gunarsa. Hipnoterapi dilaksanakan secara singkat, dengan menggunakan energi positif untuk pasien agar bisa dikeluarkan energi negatifnya. Tenung kelahiran oleh Dewa Aji Dalang berdasarkan lontar hari kelahiran, dengan mencocokkan perjalanan hidupnya, sakitnya, atau pekerjaan yang cocok. Setelah itu baru dilaksanakan melukat dasa mala untuk membersihkan energi- energi negatif.
Anggaran kegiatan ini, sebutnya, dari dana Program RSJ MSM Peduli setiap tahun. Pelaksanaan agenda ini akan berlanjut setiap tahun agar lebih banyak masyarakat dapat terlayani. “Peserta yang ikut tidak hanya warga Bangli tetapi ada dari luar Bangli. Masyarakat yang ikut kali ini dapat menyebarluaskan informasi bahwa kami tetap melaksanakan acara seperti ini,” katanya.
Dia menambahkan, Yankestrad di RSJ memberi pelayanan seperti terapi, melukat, yoga dan lainya. “Kita menghormati kearifan lokal di Bali, dengan pengobatan spiritual mengacu usada Bali. Kami berkomitmen memenuhi kebutuhan pasien, baik itu secara ilmiah atau medis maupun secara spiritual,” pungkasnya. gia
























