BULELENG – I Ketut Rochineng konsisten menebar kebaikan dan optimisme pada masa pandemi Covid-19. Mengawali dan menyambut tahun baru 2021, anggota Komisi I DPRD Bali itu membagikan 1,5 ton beras kepada para sopir angkot di Buleleng, Minggu (3/1/2021). Para sopir penerima bantuan tercatat mangkal di sejumlah terminal, yakni Terminal Sangket, Kelurahan Sukasada, Terminal Penarukan, dan Terminal Banyuasri.
“Sembako ini saya berikan kepada para sopir, dari sopir bemo di Kota Singaraja, sopir dengan trayek Singaraja-Seririt, Singaraja-Denpasar, dan rute Singaraja-Kubutambahan. Kami juga berbagi dengan para ojek pangkalan di Kota Singaraja dan pecalang Banyuasri,” ucap mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali itu ditemui, Senin (4/1/2021).
Tak hanya berbagi dengan para sopir di Kota Singaraja, politisi usia 62 tahun itu juga menyasar sejumlah kepala keluarga di wilayah Seririt dan Grokgak. Terkait program berbagi tersebut, Rocky N, sapaan akrabnya, mengaku terlahir dari keluarga miskin. Kondisi itu membuat dirinya paham betul bagaimana rasanya hidup serba kekurangan. Karena itu, dia mendaku tulus ingin berbagi, karena sejarah awalnya dari kecil miskin.
“Saya ingin memberi bantuan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini. Jujur, saya sangat merasakan sakitnya jadi orang yang tidak punya. Intinya, bila mendapat rezeki lebih, pasti saya berbagi,” tegas Penjabat Bupati Gianyar 2018 itu.
Lebih lanjut disampaikan, program sosial yang dijalankan itu jauh-jauh hari sebelum dia terjun ke dunia politik, tepatnya sejak tahun 2013. Program sosial itu tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada kepentingan apapun selain berbagi. Karena itu, Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Provinsi Bali itu membagikan bantuan sosial ke seluruh pelosok kabupaten. Termasuk Nusa Penida, Klungkung, dan Karangasem, serta sejumlah pura di Pulau Dewata.
“Jadi jangan heran bila di sekitar Pura Lempuyang, Karangasem banyak anggota Semeton Rocky di sana. Kalau murni untuk kepentingan politik tentu saya bagikan di Buleleng saja,” tandasnya.
Selain sopir, program sosial yang rutin dilaksanakan Rochineng juga menyasar kelompok lansia, penderita cacat, dan difabel. Jika tidak berhalangan hadir, Rochineng mengatakan akan terjun langsung. Namun, bila berhalangan ke lokasi bakti sosial digelar, timnya yang akan bergerak di lapangan.
“Ada 38 paket, 40, ada 35. Dirata-ratakan saja masing-masing titik 35 paket beras di empat titik di Kota Singaraja. Sekitar 200 orang di Kota Singaraja dan 100 orang di Seririt dan Kecamatan Grokgak. Kami berkomitmen bantuan sosial ini akan berlanjut, khususnya di masa pandemi Covid-19,” tutup penyayi dan pencipta lagu “Album Bali Shanti” itu. nan
























