Ribut dengan Istri, Pembuat Uang Palsu di Bangli Diringkus

  • Whatsapp
POLISI memperlihatkan tersangka Abdul Gafur (33), pelaku pembuat uang palsu dan barang bukti di Mapolres Bangli, Selasa (12/1/2021). Foto: ist
POLISI memperlihatkan tersangka Abdul Gafur (33), pelaku pembuat uang palsu dan barang bukti di Mapolres Bangli, Selasa (12/1/2021). Foto: ist

BANGLI – Polsek Bangli, Bali menangkap Abdul Gafur (33), pelaku pembuat uang palsu di Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, Kamis (7/1/2021). Uang palsu buatannya diduga sudah beredar ke luar Bali. Uniknya, kejahatan tersangka terbongkar lantaran dia ribut dengan istrinya.

Menurut informasi di lapangan, kasus uang palsu ini berawal dari kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan Abdul Gafur terhadap istrinya, Juli Artika Nasution. Keributan itu dilaporkan warga, sehingga bhabinkamtibmas mendatangi rumah kos yang dikontrak di LC Subak Aya, Jalan Tirta Gangga, Banjar Bebalang, Bangli.

Bacaan Lainnya

Juli yang emosi melempar printer dan menunjukkan banyak uang. Bhabinkamtibmas yang curiga langsung menghubungi anggota Reskrim Polsek Kota Bangli untuk memeriksa uang itu. Setelah diyakini uang tersebut uang palsu, polisi mengamankan tersangka ke Polsek Kota Bangli.

Kasatrekrim Polres Bangli, AKP Adroyuan, Selasa (12/1/2021) mengatakan, tersangka belajar mencetak uang palsu dari temannya yang tinggal di Denpasar. Dia diduga November 2020 mencetak uang palsu untuk diedarkan. Tersangka mengakui perbuatannya memalsukan uang kertas pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dengan nilai total Rp14,15 juta.

Dari keterangan tersangka, dia sempat mengedarkan beberapa lembar uang palsu itu dengan cara dijual secara daring, dan dikirim melalui jasa pengiriman ke luar Bali. Tersangka menyebut uang palsu dijual dengan harga 1:5, maksudnya Rp1 juta uang palsu dijual Rp200 ribu sampai dengan Rp300 ribu. “Keuntungan yang diperoleh tersangka selama ini sekira 2 juta,” jelasnya seraya menyebut tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1), (2) dan (3) UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang.

Baca juga :  Menhan Prabowo Minta Panglima Kerahkan Pesawat Ambil Alkes COVID-19 di China

Abdul Gafur yang diwawancarai berujar belajar membuat uang palsu dari temannya setelah selesai bekerja sebagai sopir taksi daring. Dia berkenalan dengan seseorang lewat Facebook, dan membeli uang palsu pecahan Rp50 ribu senilai  Rp800 ribu seharga Rp200 ribu. Uangnya tidak sempat diedarkan, karena warnanya agak buram.

Tersangka lalu intens berkomunikasi dengan temannya itu, yang kemudian menawarkan printer cetak uang dengan harga Rp600 ribu. Ia juga menunjukkan tempat membeli kertas sebagai bahan bakunya. Dari sini dia mencetak uang palsu senilai Rp14,15 juta.

”Untuk di Bangli saya belum pernah edarkan karena takut. Sebelumnya sempat dibelanjakan di Kota Gianyar, pedagang menolak dibilang uang palsu. Lalu saya tukar dengan uang asli,” ucapnya lesu. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.