Revitalisasi Pasar Bona Masuk Penyelesaian Akhir

  • Whatsapp
BENDESA Adat Bona, I Gusti Nyoman Yasa. foto: adi

GIANYAR – Pasar Desa Adat Bona, Blahbatuh, Gianyar, Bali memasuki tahap finishing (penyelesaian akhir). Para pedagang pun tak sabar menempati pasar yang saat ini lebih luas dan tertata. Arsitekturnya memakai gaya Bali dan terkesan megah.

Tak mau menyia-nyiakan bangunan yang diberi Pemkab Gianyar, desa adat akan menerapkan sistem manajemen profesional dalam mengelola pasar adat tersebut.

Bacaan Lainnya

Jro Bendesa Adat Bona, I Gusti Nyoman Yasa, Minggu (1/11/2020), mengatakan, saat ini proyek revitalisasi pasar sudah mendekati penyelesaian akhir (finishing). Hanya tinggal melakukan pembersihan, pemasangan pintu dan sebagainya, dengan total anggaran yang dihabiskan sekira Rp2,4 miliar.

Kata dia, pedagang akan pindah ke pasar baru ini pada Januari 2021. “Astungkara, kalau tidak ada halangan, Januari tahun depan (2021), pedagang sudah pindah,” ujarnya seraya menambahkan, pasar saat ini sangat memuaskan.

Kepuasan tidak hanya dirasakan pedagang, tapi juga masyarakat. Megahnya bangunan itu menjadi salah satu ikon di Desa Bona. Dia mengungkapkan, sebelum pasar terbakar, pasar tersebut dibuat secara swadaya, karena itu bangunannya biasa-biasa saja, bahkan terkesan kumuh.

Tak hanya itu, bangunannya pun sempit, sehingga para pedagang sampai berdesakan. Kini pasar diperluas, ditambah kios, dan saat ini terdapat lahan parkir yang lapang.

Baca juga :  Kapolres Bangli Minta Paslon Tak Libatkan Massa Saat Mendaftar, Siap Amankan Pilkada 2020

Melihat perubahan signifikan itu, dia akan mengelola pasar tersebut secara profesional. Karena itu, sebelum pasar beroperasi, pihaknya akan studi banding ke pasar-pasar yang maju.

Hal penting yang harus dipelajari, mulai dari pengaturan pedagang, jam buka, sistem kontrak dan sebagainya. “Dulu saat pasar lama hanya dijalankan begitu saja. Pedagang berdesakan, pokoknya seadanya saja,” ungkapnya.

Terkait pedagang yang akan diberikan tempat di pasar baru, Yasa menyebut mengutamakan pedagang lama sebanyak 50 orang. Hanya, dia tak menampik banyak pedagang luar desa tertarik berjualan di pasar ini. Meski begitu, dia belum bisa memutuskan apakah akan menerima pedagang dari luar desa atau tidak.

Pada masa pandemi, tuturnya, banyak masyarakat menjadi pedagang. Bahkan pedagang dadakan dari luar desa banyak yang mau mengontrak di sini. “Dalam studi nanti, kami juga akan pelajari penerimaan pedagang dadakan ini. Pedagang yang pasti diterima adalah pedagang yang berjualan saat pasar ini ludes terbakar,” tegasnya.

Yasa memastikan, pengelolaan pasar ini tidak berorientasi bisnis adat atau desa adat tidak melihat pasar ini sebagai ladang penghasilan. Dia menjamin keberadaan pasar ini hanya sebagai tempat perputaran ekonomi.

“Dari dulu kami tidak menjadikan pasar sebagai ladang bisnis, tapi bertujuan supaya roda ekonomi di Bona bisa berjalan. Malah dulu per tahun pasar adat mepunia 14 juta, itu kami pakai untuk upacara tawur kesanga,” pungkasnya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.