POSMERDEKA.COM, MATARAM – Kemajemukan Indonesia sebagai negara dengan berbagai etnis, suku, agama, dan budaya harus dirawat dan dijaga bersama-sama sebagai modal dasar pembangunan serta kemajuan bangsa. Kekayaan lebih dari 17.500 pulau dan lebih 700 bahasa yang dimiliki Indonesia, merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Jadi, sebagai anak bangsa Indonesia, kita wajib merawat dan jaga bersama. Ini agar kekayaan bangsa Indonesia dapat lestari,” kata staf ahli anggota DPR RI Dapil NTB, Hakam Ali Niazi, saat menyampaikan sosialisasi 4 Pilar MPR anggota MPR, Rachmat Hidayat, kepada warga Mataram, Selasa (10/10/2023) malam.
Menurut Hakam, menopang keberagaman tersebut, dibutuhkan pondasi dan kemauan kuat, karena kemajemukan bangsa Indonesia sangat besar. Pondasi bangsa berupa Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika tidak muncul dengan serta merta, melainkan tumbuh bersama dengan perkembangan bangsa Indonesia, yang merasuk dalam sendi kehidupan bermasyarakat. “Pancasila itu tumbuh dari saripati kehidupan bangsa Indonesia selama berabad abad lamanya, dengan segala pasang surutnya zaman. Salah satunya adalah masa era kolonial yang menorehkan bekas mendalam bagi bangsa Indonesia,” terangnya.
Hakam mengisahkan, Bung Karno dalam pidatonya saat rapat perumusan dasar negara menyatakan bahwa mendirikan suatu negara itu untuk semua semua kalangan dan golongan. Tegas dan jelas bahwa bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya. “Tetapi bangsa Indonesia itu adalah untuk semua,” tegasnya.
Tahun 1958, jelasnya, Bung Karno menyatakan dasar negara yang dibutuhkan, pertama, harus satu dasar yang dapat mempersatukan. Kedua, satu dasar yang memberi arah bagi perikehidupan negara. Untuk itu, kata dia, tangan Pancasila di era milenial ini adalah perubahan jiwa dan semangat Pancasilais yang merupakan perubahan tidak kasat mata (intangible), yakni perubahan cara berpikir tentang diri sendiri dan semesta. “Maka, mengembangkan dan mengamalkan Pancasila sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman merupakan tanggungjawab semua komponen bangsa,” ajaknya.
Dia berharap keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia terus ditopang seluruh komponen bangsa. Hal ini agar tercapai ajaran Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Sudah waktunya ajaran Trisakti Bung Karno harus diresapi seluruh rakyat Indonesia, terutama warga di Kota Mataram dan Provinsi NTB dalam kehidupan kesehariannya,” pesan Hakam Ali Niazi. rul
























