Rerata Partisipasi Pemilih Nasional Naik 7,03 Persen

  • Whatsapp
KOMISIONER KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Foto: hen
KOMISIONER KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Foto: hen

DENPASAR – Dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19 dan dirisak sejumlah opini negatif, ternyata rerata tingkat partisipasi pemilih secara nasional dalam Pilkada 2020 meningkat dibanding Pilkada 2015. Pada Pilkada 2015, dengan jumlah 269 daerah, diperoleh rerata sebesar 69,06 persen. Sementara pada Pilkada 2020 di 270 daerah, terjadi peningkatan sebesar 7,03 persen. Data itu disampaikan komisioner KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Rabu (6/1/2021).

Dari data yang disampaikan Raka Sandi, terdapat beberapa faktor yang mendukung terjaganya tingkat partisipasi pada Pilkada 2020. Antara lain optimalisasi sosialisasi dan pendidikan pemilih yang tetap dijalankan tidak hanya melalui luar jaringan (luring), tapi juga dalam jaringan (daring).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi dan pendidikan pemilih ini juga menyebar dan melibatkan banyak pihak (stakeholder terkait hingga PPK, PPS dan Relawan Demokrasi), dengan beragam cara. Misalnya KPU Goes to Campus, Rumah Pintar Pemilu, podcast, siaran radio dan webinar, sampai kegiatan pameran dan festival. Sosialisasi melalui media konvensional juga tetap dilakukan seperti pembuatan baliho, spanduk dan billboard hingga iklan media massa.

Meski terbilang menggembirakan, angka partisipasi tersebut tetap menjadi catatan dan motivasi untuk peningkatan partisipasi pada pilkada maupun pemilu berikutnya. Beberapa faktor yang perlu menjadi perhatian bersama pada penyelenggaraan pilkada atau pemilu berikutnya, jelasnya, selain bencana nonalam seperti pandemi Covid-19, adalah kondisi geografis yang berpengaruh pada lokasi TPS di daerah pelosok. Juga akurasi Daftar Pemilih Tetap (DPT), terutama bagi pemilih yang meninggal dunia bisa dicoret pada proses pemutakhiran data pemilih, atau pemilih yang merantau.

Baca juga :  Tensi Politik Diestimasi Naik Bulan September, Polisi Atensi Keamanan TPS

Karena tidak berada di alamat domisili itu, mereka tidak bisa datang ke TPS pada hari pemungutan suara. KPU RI juga melihat peningkatan pemahaman dan adaptasi pemilih atas pengaturan jam kedatangan ke TPS, guna menghindari adanya kerumunan atau penumpukan pemilih di TPS.

Capaian ini, menurut KPU RI, tetap patut disyukuri karena hasil kerja keras semua pihak. Mulai dari jajaran penyelenggara, pemerintah, TNI/Polri dan stakeholder terkait. Semua layak mendapat apresiasi, mengingat penyelenggaraan Pilkada 2020 jelas tidak mudah karena berjalan di tengah pandemi Covid-19. “Ucapan terima kasih juga diberikan kepada masyarakat yang datang ke TPS memberikan hak suaranya dengan tetap patuh menerapkan protokol Kesehatan,” simpul Raka Sandi. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.