POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua DPD Partai Golkar Bali hasil Musda XI, Gde Sumarjaya Linggih, menggaransi memberi tempat kepada generasi muda untuk duduk di kepengurusan “kabinetnya” untuk periode 2025-2030. Kehadiran anak muda diharap menyumbang perspektif baru, sekaligus sebagai ruang adu ide dan gagasan. Jaminan itu disampaikan usai Musda XI Partai Golkar Bali di The Meru Sanur, Minggu (13/7/2025) malam.
“Kita perlu pembaruan dari anak muda untuk mengadopsi medsos, kebebasan berbicara dan adu ide. Ini bagian dari Golkar yang penuh dinamika, yang terbuka dan keharusan. Dari adu ide itu kita dapat perencanaan lebih baik,” papar politisi yang akrab disapa Demer itu, di tengah riuh suasana “kemenangan” dari para pendukungnya.
Lebih jauh diutarakan, agenda utama setelah menakhodai Golkar Bali adalah revitalisasi, konsolidasi dan penataan organisasi. Dia menegaskan tidak ingin ada satu pengurus yang tidak menjalankan tugas. Karena itu, dalam pembentukan struktur pengurus nanti, dia hanya akan merekrut siapa saja yang dinilai punya komitmen untuk pelayanan kepada partai.
Disinggung siapa kemungkinan akan direkrut sebagai Sekretaris dan Bendahara DPD Golkar Bali yang akan mendampingi, Demer tidak menjawab lugas. Dia mendaku personalia pengurus masih akan dibahas bersama dengan formatur yang dibentuk saat Musda. Soal ada nama-nama tertentu yang konon akan direkrut, legislator Senayan ini tidak berkomentar banyak. Termasuk ketika ditanya mengenai kemungkinan merekrut figur-figur tertentu yang sebelumnya “diposisikan” sebagai pendukung Sugawa Korry yang menjadi rivalnya. “Nanti, nantilah. Masih dibahas dulu,” kelitnya sembari tersenyum.
Sebelum penutupan Musda, Zulfikar Arsa Sadikin sebagai pemimpin sidang, sempat minta Demer sebagai formatur tunggal untuk mengumumkan siapa yang menjadi Sekretaris, Bendara dan Dewan Pertimbangan DPD Golkar Bali dalam kepengurusannya. Hal ini sesuai tata tertib dan konvensi dalam Musda atau Munas partai Golkar. Namun, Demer berujar butuh waktu untuk menyusun pengurus. “Maksimal 30 hari (setelah Musda). Kami belum siap mengumumkan segera,” jawabnya.
Terkait pembentukan pengurus, Sugawa Korry sebagai figur yang digantikan Demer, secara tersirat berharap Demer tetap mengakomodir pengurus lama. Konsolidasi internal setelah sempat menyibak gegara kompetisi mereka berdua menjelang Musda, dijadikan alasan. “Jika dibutuhkan masukan dari pengurus lama untuk kelayakan yang diakomodir, sesuai konsolidasi, kami sangat bersedia memberi rekomendasi. Bukan mengharuskan, karena kekuatan Musda yang tertinggi,” kata Sugawa usai menyampaikan laporan pertanggungjawaban sebagai Ketua periode 2020-2025.
Yang cukup menarik, meski Sekjen DPP Partai Golkar, Muhamad Sarmuji, menekankan agar rivalitas Demer dan Sugawa diakhiri di Musda, tensi tinggi tetap terasa sampai dengan penutupan tepat pukul 22.00 Wita. Meski samar-samar, diksi dan nada pernyataan Sugawa dan Demer saat bicara di depan ratusan pengurus dan pemilik hak suara Musda, tetap terdeteksi aura peperangan. “Sekjen sudah nyuruh damai, Pak Sugawa pidatonya kok masih saja terkesan nyerang Pak Demer soal kotak kosong dan penyusunan caleg?” sesal sejumlah kader yang dimintai tanggapan.
Entah ada kaitan atau tidak, ketika pidato penutupan, Demer berkata tidak mencari uang di organisasi. Akses dan informasi yang didapat di organisasi itu digunakan untuk berbisnis. Pernyataan ini untuk menjawab harapan kader dalam Pandangan Umum pemilik suara agar ada transparansi keuangan partai.
“Saya mau berkorban tenaga, pikiran, dan materi. Saya minta yang lain juga komitmen untuk terbuka soal keuangan, karena bisa ke ranah hukum. Apalagi kita dapat banyak dana Banpol yang bisa diperiksa aparat hukum,” cetus anggota Badan Akreditasi Keuangan Negara (BAKN) DPR RI itu menandaskan. hen

























