POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Optimalisasi fungsi pengawasan pemilu di masa non-tahapan seperti saat ini tetap penting dijalankan. Terlebih lagi pengawasan ke internal jajaran Bawaslu Bali serta jajaran Bawaslu kabupaten/kota, karena hal itu berdampak kepada masyarakat luas. Arahan itu disampaikan Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali, I Gede Sutrawan, pada apel pagi dan rapat rutin Bawaslu Bali, Senin (14/7/2025).
Sutrawan menegaskan, meskipun tahapan Pemilu dan Pilkada 2024 dinilai cukup sukses, tapi target pelaksanaan Pemilu 2029 harus lebih baik lagi dari sebelumnya. Ketika masa non-tahapan, Bawaslu diminta justru harus lebih aktif menyampaikan dinamika politik lokal, potensi konflik, serta aktivitas politik yang belum tentu sesuai dengan norma hukum pemilu. “Sampaikan melalui kanal jejaring sosial yang ada, sehingga semua harus rajin memberi informasi sebagai hasil pengawasan di masa non-tahapan,” paparnya.
Dari perspektif penguatan kelembagaan, Kordiv Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, menyoroti pentingnya membangun ruang publik yang sehat untuk diskursus politik. Menurutnya, dalam masa non-tahapan, masyarakat justru perlu diberdayakan untuk terlibat dalam diskusi politik secara terbuka, kritis, dengan tetap menjunjung tinggi etika dan nilai demokrasi.
Dia menekankan Bawaslu Bali untuk mendorong hadirnya ruang-ruang diskusi politik yang inklusif, edukatif, dan berintegritas. “Ini bagian dari pendidikan demokrasi masyarakat, yang pada akhirnya memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya pemilu yang jujur dan adil,” terang Wiratma.
Bawaslu, melalui program pendidikan dan pelatihan, disebut terus membina kapasitas SDM pengawas di daerah. Tujuannya agar mereka tidak hanya memahami regulasi, juga mampu menjadi fasilitator dialog politik yang sehat di tengah masyarakat. Lebih spesifik lagi memuaskan rasa dahaga generasi muda terkait proses demokrasi yang ideal. “Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan pemilu adalah kerja berkelanjutan. Bawaslu Bali berkomitmen untuk tidak hanya hadir dalam tahapan pemilu, tetapi juga aktif membentuk ekosistem demokrasi yang transparan, partisipatif, dan bermartabat sejak dini,” tandasnya. hen























