POSMERDEKA.COM, TABANAN – Lapas Kelas IIB Tabanan melaksanakan kegiatan rehabilitasi sosial pemasyarakatan bagi 30 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) peserta Program Rehabilitasi Sosial Pemasyarakatan Tahun 2024, di Aula Candra Prabhawa Lapas Tabanan, Jumat (3/5/2024).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kakanwil Kemenkumham Bali, yang diwakili Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Bali, Putu Murdiana. Turut hadir di acara itu, Forkopimda Kabupaten Tabanan, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung, serta Ketua Yayasan Bali Samsara (YBS).
Kalapas Tabanan, Muhamad Kameily, berharap program rehabilitasi ini dapat berjalan sesuai harapan, dan dapat membawa perubahan bagi warga binaan penyalahguna obat-obatan terlarang.
‘’Saya berharap program rehab ini dapat membantu teman-teman WBP pulih dari kecanduan obat-obatan terlarang. Selain itu, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada stakeholder eksternal, yaitu Forkopimda Tabanan, BNNK Badung, serta YBS, yang sudah banyak terlibat dalam program ini,’’ ucapnya.
Sementara Kadivpas mengatakan bahwa sebagai salah satu unit pelaksana teknis yang mendapatkan tanggung jawab untuk melaksanakan program rehabilitasi sosial pemasyarakatan berharap Lapas Tabanan mampu untuk memenuhi ekspektasi, sehingga program dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, meskipun Lapas Tabanan merupakan lapas umum, bukan lapas khusus narkotika.
‘’Pelaksanaan program rehabilitasi ini bukan hal yang asing, karena Lapas Tabanan sudah melaksanakan dari tahun ke tahun. Saya berharap tahun ini program rehabilitasi juga dapat dilaksanakan dengan baik dan membantu teman-teman WBP pulih dari kecanduan,’’ harap Murdiana.
Salah seorang peserta rehab, Muhamad Agung, mengaku sangat antusias dalam mengikuti program rehabilitasi ini. Dia berharap, dengan mengikuti program tersebut dapat membantu dirinya terbebas dari jeratan narkoba.
‘’Saya berjanji akan mengikuti kegiatan rehab ini dengan sungguh-sungguh. Saya menyesal, karena gaya hidup dan juga gejolak masa muda saya terjerembab dalam obat-obatan terlarang. Saya ingin berubah dan pulih dari kecanduan, sehingga saya bisa menjadi orang yang lebih baik,’’ ujarnya. gap
























