POSMERDEKA.COM, JEMBRANA – Sebanyak 453 personel kepolisian dari Polres Jembrana, Kodim 1617 Jembrana, Brimob Den C Polda Bali, Linmas, hingga pecalang diterjunkan untuk mengamankan tahapan Pemilu di Kabupaten Jembrana.
Bahkan, saat pencoblosan pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang, pengamanan di Kabupaten Jembrana akan diperkuat dengan penambahan personel dari Polda Bali.
Hal tersebut terungkap saat apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Agung 2023-2024 di Lapangan Pecangakan, Kabupaten Jembrana, Selasa (17/10/2023).
Kapolres Jembrana, AKBP Dewa Gde Juliana, mengatakan, salah satu kerawanan pemilu yang perlu diantisipasi adalah kerawanan media sosial, terutama informasi bohong atau hoaks yang dapat memancing kerusuhan antar pendukung.
“Untuk kerawanan mungkin di media sosial saja yang perlu kita antisipasi untuk narasi Pemilu damai ini betul-betul disampaikan kepada masyarakat di Kabupaten Jembrana,” katanya.
Dia juga mengatakan, sudah dilakukan kegiatan deklarasi dan doa bersama untuk mengajak masyarakat mewujudkan situasi damai menjelang Pemilu 2024. “Dalam Operasi Mantap Brata Agung ini, kami dari Polres Jembrana menerjunkan sebanyak 453 personel,” katanya.
Lebih lanjut AKBP Dewa J mengatakan, saat hari H-nya kemungkinan akan ada penambahan personel dari Polda Bali untuk mengantisipasi kejadian di Jembrana.
“Kami juga didukung oleh TNI, Linmas, dan Satpol PP, serta pemerintah daerah di sini. Artinya, kita semua bersaudara, kita masih punya ikatan satu sama lain di masyarakat, tentu ini yang harus kita jaga, persatuan dan kesatuan di Kabupaten Jembrana yang utama,” katanya.
Kapolres Jembrana juga berharap agar seluruh petugas dan stakeholder selalu menggelorakan Pemilu damai. Salah satunya adalah mengingatkan semua warga bahwa walau berbeda pilihan dalam Pemilu ini semua tetap bersaudara. “Intinya, tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dalam mengawal proses Pemilu,” pungkasnya. man
























