Ratusan Pengacara Siap Membantu, DPRD NTB Melapor, Fihir Melawan

SEJUMLAH aktivis dan pengacara yang tergabung dalam tim advokasi yang diberi nama “Tim Advokasi Pembela Rakyat Bertanya” saat berkumpul untuk memberikan dukungan pada Fihiruddin. Foto: ist

MATARAM – Direktur Lombok Global Institute (Logis) M Fihiruddin, akhirnya menghimpun gerakan melawan DPRD NTB yang sudah melaporkannya atas dugaan tindak pidana di bidang ITE ke Polda NTB.

Tak tanggung-tanggung, imbas dari pernyataan mempertanyakan adanya oknum anggota DPRD NTB yang diciduk karena konsumsi narkoba, sejumlah aktivis dan pengacara menggalang konsolidasi solidaritas untuk M. Fihiruddin, Selasa (18/10/2022) malam lalu.

Read More

Konsolidasi tersebut menghasilkan simpulan membentuk tim advokasi yang diberi nama “Tim Advokasi Pembela Rakyat Bertanya”. Tim tersebut diketuai oleh Ketua LBH Indonesia Peduli, Dr. Irfan Suriadinata. Kata dia, sikap yang ditunjukkan DPRD NTB dengan melaporkan Fihiruddin seolah-olah ingin membungkam fungsi kontrol terhadap lembaga dewan.

Berkaitan dengan laporan DPRD NTB, pihaknya akan akan mendorong agar DPRD NTB berani melakukan tes urine hingga tes rambut. Hal itu, kata anggota Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdatul Ulama (LPBHNU) mesti dilakukan guna menerangjelaskan pertanyaan yang dilontarkan Fihiruddin.

‘’Ya pertanyaan dijawab dengan somasi lalu ditindak lanjuti dengan laporan polisi, itu kan namanya berlebihan. Ini untuk kepentingan bersama. Kita akan meminta hearing ke DPRD NTB, Polda NTB hingga BNN,’’ jelasnya, Rabu (19/10/2022).

Ia mendaku, bahwa jika surat hearing tidak digubris, maka pihaknya akan melakukan aksi di DPRD NTB. Secara pribadi dan tim bersedia mendampingi Fihir, kami akan bertemu dan membuat surat kuasa. Irfan menjamin, ratusan pengacara akan terlibat membantu Fihiruddin dalam kasus ini.

Sementara itu, M. Fihiruddin, mengaku tidak akan mundur sedikitpun meski dirinya telah dilaporkan ke Polda NTB. ‘’Saya tidak pernah diajarkan mundur oleh orang tua saya, dan dari organisasi saya, sebab ini terkait nasib bangsa dan negara. Karena mundur adalah penghianatan,’’ tegas dia.

Fihir mendaku, tetap akan mendorong anggota DPRD NTB untuk melakukan tes urine hingga tes rambut agar tidak menjadi isu sumir. Untuk itu, ia mengherankan bahwa sikap lembaga DPRD setempat terkesan kebakaran jenggot.

‘’Kita hanya meminta mereka tes urine, saya harap semuanya negatif. Sebagai anak negeri saya harap itu, tetapi ketika hak berpendapat saya dikekang. Maka saya akan lawan itu. Mungkin ini jawaban dari kritikan saya selama berminggu-minggu. Sehingga mereka kesal sama saya,’’ jelas Fihiruddin.

Lebih jauh, Fihiruddin mengancam akan melaporkan balik DPRD NTB dengan dugaan pencemaran nama baik. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.