Rangsang Pemilih, KPU Rancang Desa Peduli Pemilu, Juga Sasar Pemilih Pemula di SMA

KETUA KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: hen
KETUA KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Foto: hen

DENPASAR – Meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dalam hajatan politik masih menjadi agenda utama jajaran KPU. Agar masyarakat tertarik memakai hak politiknya pada Pemilu-Pilkada 2024, KPU merancang agenda Desa Peduli Pemilu. “Desa Peduli Pemilu menyasar desa atau kelurahan yang pada saat Pilkada 2020 kemarin partisipasi masyarakatnya rendah,” kata Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Minggu (16/5/2021).

Salah satu daerah yang akan ditetapkan sebagai Desa Peduli Pemilu adalah Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Lidartawan berkata Jimbaran dipilih, lantaran tingkat partisipasi masyarakatnya pada Pilkada 2020 terbilang rendah. Hanya, dia tidak merinci lebih jauh data yang dimaksud.

Bacaan Lainnya

Selain menyasar masyarakat umum, elemen lain yang ditarget untuk memperkaya wawasan politiknya adalah para pelajar SMA dengan program “KPU goes to school”. Kegiatan ini diagendakan berjalan mulai tahun pelajaran baru 2021-2022 pada Juli mendatang. Secara teknis, KPU kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan di wilayah masing-masing untuk waktu dan tempatnya.  

“Nanti yang mengisi acara rekan-rekan komisioner di kabupaten/kota, karena mereka yang lebih paham kondisi wilayahnya. Tapi kami dari KPU Provinsi juga akan turun mendampingi secara bergiliran,” terangnya.

Lebih jauh diungkapkan, KPU berkoordinasi dengan dinas pendidikan karena tidak bisa masuk langsung ke sekolah. Nanti dari dinas pendidikan yang memberi rekomendasi ke KPU untuk ditindaklanjuti ke sekolah-sekolah yang ada. KPU tinggal eksyen sesuai jadwal yang diberi pihak sekolah. Yang jelas, tegasnya, sosialisasi dilakukan pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang galibnya dijalankan sebelum siswa resmi belajar.

Disinggung belum tentu sekolah akan melakukan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru ini karena masih pandemi Covid-19, Lidartawan berujar tidak ada masalah. “Mau tatap muka atau daring sama saja, tidak masalah, yang penting kepala sekolahnya setuju. Daripada masa pengenalan sekolah diisi kegiatan tidak jelas, kan lebih bagus siswa diajak diskusi tentang masa depan mereka sesuai hak politik yang dimiliki. Kita ajak bermain gim untuk menambah wawasan, sekaligus mengenalkan bahwa politik itu tidak sesulit atau seseram bayangan orang,” pungkas mantan Ketua KPU Bangli dua periode tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses