Putu Sugi: Perst Tak Pernah Ajukan Jadi Tuan Rumah Babak 8 Besar Liga 3 Rayon Bali

  • Whatsapp
EXCO bidang Kompetisi Asprov PSSI Bali, Putu Sugi Darmawan yang juga Sekretaris Askab PSSI Tabanan. foto: net

TABANAN – Pihak Perst Tabanan mengaku tak pernah mengajukan diri menjadi tuan rumah babak 8 besar Liga 3 Rayon Bali. Hal itu ditegaskan Sekretaris Askab PSSI Tabanan, Putu Sugi Darmawan saat dikonfirmasi Rabu (3/11/2021) malam.

Sekalipun babak 8 besar direncanakan di satu tempat yakni di Stadion Debes Tabanan, menurut Putu Sugi, itu menjadi kewenangan Asprov PSSI Bali yang memutuskan pada rapat exco pada 31 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

”Karena semua pertandingan babak penyisihan di Stadion Debes berlangsung kondusif, maka diminta lagi jadi tuan rumah. Kami juga tak masalah, jika babak 8 besar di tempat lain,” ungkap Putu Sugi yang juga Exco Bidang Kompetisi Asprov PSSI Bali.

Ia mengaku sempat kaget dengan statemen Made Witarka selaku Wakil Direktur Kompetisi (Dirkom) PSSI Bali, dimana Perst harus menyiapkan satu lapangan lagi untuk mengantisipasi laga bersamaan yang melibatkan tim-tim yang sama-sama memiliki peluang lolos ke semifinal.

Menurutnya, pada Babak 8 Besar, Panpel-nya adalah Asprov PSSI Bali. Ya, kalau nyari lapangan satu lagi, lanjut Putu Sugi, Asprov PSSI Bali dong yang nyari. ”Asprov kan pinjam venue di Tabanan untuk penyelenggaraan babak 8 besar,” ungkapnya.

Baca juga :  Wawali Arya Wibawa Pacu Semangat GKA Duta Kota Denpasar

”Ya.. sudah syukur Asprov PSSI Bali dikasi dikasi pinjam lapangan, gak ada sewanya lho.Tapi biaya operasional di babak 8 besar ditanggung Asprov, ini koq malah kita di Tabanan disuruh nyari lapangan lagi,” ketusnya.

”Saya selaku Exco Bidang Kompetisi Asprov PSSI Bali, kaget saja dengan statemen Pak Witarka di media. Padahal sudah sering saya ajak rapat di Bidang Kompetisi. Sekali lagi, saya cuma mencoba membantu Asprov PSSI Bali saja di tengah susahnya cari venue pertandingan serta perijinan di masa pandemi,” imbuh Putu Sugi.

Sebagai Exco Bidang Kompetisi, pihaknya harus bisa menjamin keberlangsungan semua kompetisi di bawah Asprov PSSI Bali. Termasuk Piala Soeratin Bali U17, U15 dan U13, juga sepakbola Wanita Pertiwi Cup dan beach soccer (sepakbola pantai) yang harus kelar semuanya sampai Desember.

”Kami sangat bersyukur bisa menyelenggarakan kompetisi lagi walau tantangannya sangat besar di tengah pandemi. Situasi dulu dan sekarang sangat berbeda, karena itu mohon dukungan semua pihak termasuk media, dalam membangun sepakbola Bali,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.