Jeda Liga 3 Dikeluhkan Tim Peserta, Terlalu Lama bikin Kebutuhan Anggaran jadi Membengkak

  • Whatsapp
ILUSTRASI laga PS Jembrana vs gawang Persekaba Bali FC, pada match day kedua Grup A Liga 3 Rayon Bali, di Stadion Pecangakan Jembrana, Sabtu (23/10/2021). foto: dok

DENPASAR – Sejumlah tim peserta Liga 3 Rayon Bali yang lolos 8 besar mulai mengeluhkan terlalu lamanya jeda kompetisi, karena berdampak pada masalah anggaran tim yang jadi sangat membengkak. Kondisi ini dialami tim-tim yang sumber dananya dari pemerintah kabupaten maupun kota.

Sebagaimana diketahui, babak penyisihan grup yang dimulai 14 Oktober 2021 sudah tuntas digelar pada Minggu (31/10/2021) yang melahirkan 8 tim berhak lolos ke babak 8 besar. Tapi dalam perjalanannya, babak 8 besar baru akan digelar usai Hari Raya Kuningan yang direncanakan pada 24 November. Jadi jeda kompetisi hampir sebulan.

Bacaan Lainnya

”Kami menaruh hormat, karena Asprov PSSI Bali bisa menggelar Liga 3 di tengah pandemi ini. Tapi Asprov juga harus memikirkan kocek (keuangan) anggotanya (tim-tim peserta) yang juga kena dampak covid-19 ini,” ujar Ketua Askab PSSI Jembrana, I Ketut Tulis.

Jeda kompetisi yang terlalu lama, lanjut Ketut Tulis, sangat berdampak pada pembengkakan anggaran terutama membayar gaji pemain dan pelatih, belum lagi kebutuhan latihan tim. ”Kami mengandalkan kucuran dana dari pemerintah, pastinya malu minta dana lagi karena urusan pemerintah di masa pandemi ini sangat banyak, bukan hanya sepakbola,” imbuhnya.

Karena itu, Ketut Tulis minta dalam perhelatan 8 besar nanti, tidak dilakukan terpusat di satu tempat. Ini untuk menghemat waktu dan tentunya juga menghemat anggaran. ”Saya sangat berharap Asprov bisa mendengar apa yang menjadi keluhan anggotanya,” pintanya

Baca juga :  Tingkatkan Nilai Produk, Diskop Denpasar Gelar Diklat Keterampilan bagi UMKM

Setali tiga uang, PS Gianyar yang juga sumber dananya dari pemerintah, ingin kompetisi dibuat secepat mungkin tanpa mengurangi kualitasnya. Dia juga menyoroti jeda kompetisi yang terlalu lama, sangat berdampak pada anggaran. Menurutnya Liga 1 Indonesia saja, pertandingannya ada dilangsungkan 2 kali dalam seminggu.

Karena anggaran sangat terbatas, PS Gianyar ”mengorbankan” tim U17 tidak ikut Piala Soeratin. ”Ya, kami terpaksa tidak mengikutkan tim U17 ke Piala Soeratin. Apalagi kami sudah terkuras saat menjadi tuan rumah babak penyisihan Liga 3, dimana harus menyewa lapangan. Kami kapok jadi tuan rumah,” ungkap Wakil Ketua Askab PSSI Gianyar, Agung Putra Sunjaya.

Bukan hanya PS Gianyar dan PS Jembrana, manajemen Perseden juga mulai berhitung soal anggaran. Bahkan Ketua Askot PSSI Denpasar, AA. Candra Gupta sudah merapatkan barisan terkait pembengkakan anggaran karena jeda kompetisi Liga 3 terlalu lama. ”Kami harus bisa mengolah anggaran bantuan pemerintah kota dengan seefisien mungkin tanpa mengorbankan tim-tim Piala Soeratin,” ujar Candra Gupta.

Sudah Kesepakatan
Menanggapi hal itu, Exco Bidang Kompetisi Asprov PSSI Bali, Putu Sugi Darmawan saat dikonfirmasi menjelaskan, jeda kompetisi yang lama karena ada Hari Raya Galungan dan Kuningan dan hal ini sudah menjadi kesepakatan (disetujui) klub-klub peserta Liga3 saat MCM. ”Ada notulennya,” ujar Putu Sugi.

Selain terbentur hari raya, tambahnya, juga pengurusan ijin pertandingan Liga 3 butuh waktu di masa pandemi karena harus melibatkan Satgas Covid-19 kabupaten dan provinsi. ”Yah, butuh waktu yang cukup panjanglah,” imbuh Putu Sugi yang juga Sekretaris Askab PSSI Tabanan.

Baca juga :  Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida Siap Ditambah Fasilitas Pendukung

Dia juga menjelaskan, mengenai tempat pertandingan (venue) 8 besar menjadi kewenangan Asprov PSSI Bali yang memutuskan saat rapat exco pada 31 Oktober 2021. Di babak 8 besar nanti, Panpel-nya adalah Asprov PSSI Bali. ”Karena di babak penyisihan pergelaran di Stadion Debes suasananya kondusif, maka diminta lagi jadi tuan rumah,” terang Putu Sugi.

Selain itu, juga ada MoU antara Asprov PSSI Bali dengan Bali United TV selaku sponsor utama, dimana babak 8 Besar dilaksanakan di satu venue agar biaya operasional live streaming bisa efisien. ”Kalau ada yang masih keberatan, silakan klub-klub mengajukannya saat MCM 8 besar nanti,” pungkas Putu Sugi. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.