BULELENG – Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng yang datang menumpang bus diturunkan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Total sebanyak 31 PMI ini akan menjalani tes swab (sampel lendir) pada hari ketiga dan kelima ketika menjalani masa karantina lanjutan selama tujuh hari.
Mereka dijemput Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menuju tempat karantina yang disediakan di Denpasar. PMI ini adalah pekerja kapal pesiar Carnival Splendor yang sebelumnya sudah menjalani masa karantina selama tujuh hari oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan, usai menjalani karantina selama tujuh hari, seluruh PMI tersebut telah menjalani rapid test (tes cepat) dengan hasil negatif. Karena itu, ketika tahap karantina lanjutan maka mereka akan menjalani tes swab. “Mereka dikarantina di salah satu hotel di Denpasar untuk lanjutan selama tujuh hari agar genap 14 hari. Kalau dua kali hasil swab negatif, pada hari ketujuh sudah bisa pulang,” terang Sekda Buleleng itu, Sabtu (9/5/2020).
Seluruh PMI asal Buleleng yang datang dari luar negeri baik itu melalui jalur darat, laut dan udara terlebih dahulu akan dikarantina terpusat di Denpasar. Jika Gugur Tugas di Provinsi sudah melakukan tes swab yang pertama hasil negatif, maka pada hari kelima akan dilanjutkan tes swab yang kedua. Jika sudah negatif, mereka dipulangkan meski tetap diminta melanjutkan karantina mandiri selama 14 hari di rumah dengan diawasi Satgas Gotong Royong Covid-19 di desanya. “Kalau telah dipulangkan, kami mohon tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tertib,” pinta Suyasa.
Penempatan karantina terpusat di Denpasar ini, menurut Suyasa, agar lebih mudah dalam melaksanakan tes swab. Bukan itu saja, hotel di Denpasar yang digunakan tempat karantina PMI punya kapasitas kamar tidur sebanyak 170 kamar. Artinya, setiap PMI ditempatkan dalam satu kamar tersendiri, dan mendapatkan akomodasi berupa makan tiga kali dalam sehari.
“Apabila kapasitas kamar di hotel tersebut penuh serta masih ada PMI yang datang, maka PMI tersebut akan dikarantina di beberapa hotel yang sudah disediakan di wilayah Singaraja. Itu pun kalau hotel di Denpasar sudah penuh,” pungkas Suyasa. 018
























