Oknum Kaur Desa Pengastulan Diringkus BNN

  • Whatsapp
OKNUM kaur di Pemerintah Desa (Pemdes) Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng berinisial MB dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Jumat (8/5/2020). Foto: ist
OKNUM kaur di Pemerintah Desa (Pemdes) Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng berinisial MB dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Jumat (8/5/2020). Foto: ist

BULELENG – Oknum kaur di Pemerintah Desa (Pemdes) Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng berinisial MB dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Jumat (8/5/2020). MB dibekuk bersama, NA, residivis narkoba yang baru keluar lapas di Kalimantan, dan seorang pembina sekaa teruna (ST) di desa adat setempat berinisal PG, serta seorang perempuan. Mereka diringkus saat pesta narkoba di sebuah rumah kos di Pengastulan.

Penggerebekan ini sempat membuat heboh publik Desa Pengastulan. Mereka diduga sudah lama menjadi incaran petugas, karena peredaran narkoba di wilayah Seririt relatif mengkhawatirkan. Menurut informasi yang dihimpun, selain sejumlah paket sabu-sabu, petugas BNNP juga menyita sejumlah peralatan yang diduga dipakai pesta narkoba.

Bacaan Lainnya

“Kami kaget dengan penangkapan warga yang tengah menggelar pesta narkoba di desa kami. Katanya yang nangkap petugas dari Denpasar,” sesal salah satu tokoh masyarakat Pengastulan yang enggan disebut namanya.

Setelah penangkapan tersebut, warga mulai mendapat informasi peredaran barang haram di desa tersebut mulai marak. Kabarnya, sabu-sabu sudah penetrasi ke berbagai kalangan, mulai dari kelas masyarakat berpenghasilan minim hingga penghasilan menengah ke atas. “Kami minta petugas menangkap semua yang terlibat agar kampung kami bersih,” tambahnya dengan nada kesal.

Baca juga :  HUT RI ke-75, Ratusan ''Burung Hantu'' Menghiasi Langit Banjar Ujung

Perbekel Desa Pengastulan, Ketut Yasa, tidak menampik ada penggerebekan narkoba di wilayah desanya. Namun, dia tidak banyak komentar mengingat saat penangkapan hanya diminta menjadi saksi. “Siapa yang menangkap saya tidak mengetahui pasti. Yang jelas saya dengar itu aparat dari Denpasar. Benar, salah satu staf desa kami juga ditangkap,” jelasnya.

Klian Adat Desa Pengastulan, Jro Mangku Sadra, sangat menyayangkan ada warganya terjerat kasus narkoba. Dia mendaku diminta datang untuk menjadi saksi saat penangkapan. “Sangat disayangkan, dan kami merasa prihatin ada warga yang ditangkap gara-gara memakai narkoba. Ada tiga pria yang semua warga kami dan satu perempuan yang kami tidak tahu siapa,” tuturnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa, membenarkan terjadinya penangkapan kitu. Hanya, dia bilang tidak tahu pasti, karena yang menangkap dari BNNP Bali. “Saya tidak tahu pasti. Yang jelas itu (penangkapan, red) bukan kami tapi dari Provinsi,” jelasnya. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.