MATARAM – Kiprah Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, dipuji Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurut Megawati, Rachmat adalah sosok yang selalu setia bersama dia saat mendirikan partai. Terlebih saat partai berjuang melawan penguasa Orde Baru kala itu.
Sanjungan itu diutarakan Mega, sapaan karib Megawati, saat menyampaikan sambutan saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP yang disiarkan langsung secara virtual di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).
“Jadi, kalau ada yang bisikin saya misalnya dan bilang Pak Haji Rahmat itu nakal, di situ saya bilang ‘biarkan’. Toh nakalnya itu pasti itu-itu saja. Pak Rahmat, termasuk Komarudin dan FX Hadi Rudyatmo, serta beberapa lainnya adalah sosok kader yang setia bersama saya kala susah dan senang. Semoga beliau (Rahmat) hadir di acara ini. Oh ada ya Pak Rahmat hadir,” kisah Mega.
Presiden RI periode 2001-2004 itu mengingatkan para kader PDIP di Indonesia untuk mengikuti kiprah para pejuang partai, yang memiliki loyalitas dan dedikasi pada garis perjuangan partai. Pesan itu terutama bagi kader muda yang baru bergabung di partai pemenang Pemilu 1999, 2014, dan 2019 tersebut.
“Sangat banyak kader kita yang lama-lama, tapi mereka enggak sabar saja. Maka, ya saya enggak sebut namanya, ya begitu sekarang nasibnya,” imbuh Megawati berkelakar.
Dalam kesempatan itu, putri Proklamator Soekarno itu menegaskan dirinya tidak pernah menjelekkan partai politik lain maupun ketua umumnya. Menurut Mega, negeri ini harus dibangun dengan rasa persatuan. Dia mengungkapkan membangun partai yang dicintainya dengan berjalan sendiri.
“Saya berjalan sendiri membentuk partai, yang saya hormati dan sayangi, yang bernama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Negeri ini harus dibangun dengan bersatu,” seru politisi ikon perjuangan melawan penguasa Orde Baru tersebut.
Tak ketinggalan Mega juga menyinggung soal kabar keretakannya dengan Presiden Jokowi. “Lah kok gimana diomongin saya sama Pak Jokowi hubungan sudah retak loh. Bagaimana ya, saya lama-lama jengkel juga ya, piye toh? Saya kan diam saja, eh minta ampun,” cetusnya bernada heran.
Dia juga merasa heran bila ada yang menyebut PDIP sebagai partai sombong. “Saya sampai mikir bisa opo enggak ya? Karena saya buktikan bukan untuk sombong-sombong. Ada orang mengatakan Ibu Mega sombong banget ya, karena ada juga yang mengatakan ada sebuah partai sombong sekali,” sambungnya Megawati seraya bertanya retoris alasan apa sampai disebut sombong itu. rul
























