Pujawali Ngusaba di Pura Ulun Danu Berakhir, Krama Desa Batur Gelar Bhakti Pepranian

  • Whatsapp
ILEN-ILEN Tari Baris Perang-perangan mengakhiri pelaksanaan karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur Kintamani. foto: ist

BANGLI – Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli, yang telah berlangsung selama hampir dua minggu, berkahir, Jumat (9/4/2021). Sebelum upacara penyineban dilaksanakan, digelar beberapa prosesi salah satunya bhakti pepranian di areal madya mandala setempat.

Bhakti pepranian juga dihadiri Asisten 1 Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewaputra; didampingi Karo Kesra I Ketut Sukranegara; Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; Wakil Bupati I Wayan Diar; Dandim 1626 Bangli, Letkol Inf I Gde Putu Suwardana; Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli.

Bacaan Lainnya

Manggala Karya, Jro Gede Batur Duhuran; didampingi Jero Gede Batur Alitan, menjelaskan, bhakti pepranian memiliki makna sebagai wujud syukur sekaligus permohonan maaf kehadapan Ida Bhatara, bilamana selama Ida Bhatara nyejer ada kekurangan yang tidak sengaja diperbuat.

‘’Sebagai manusia, tentu kita tidak bisa lepas dari kesalahan. Apalagi pujawali Ngusaba Kedasa merupakan karya yang besar. Tentu ada saja kekurangan atau yang terlewatkan. Jadi bhakti pepranian merupakan sarana kita memohon maaf kepada beliau, seraya memohon agar Ida Bhatara memberikan keselamatan dan kesejahteraan untuk alam semesta beserta isinya,’’ jelasnya.

Baca juga :  ITDC Komit Pemberdayaan UMKM

Sambung Jro Gede Batur Duhuran, setelah bhakti pepranian, dilanjutkan dengan bhakti perang-perangan Tari Baris Jojor dan Tari Baris Gede. Disini makna peperangan bukan adu fisik, melainkan maknanya perang melawan kebodohan, kelaparan, kesengsaraan, kemelaratan.

Uniknya, tarian ini setelah bertanding menggunakan tombak kemudian saye (juri) sudah menyediakan makanan untuk dimakan bersama berarti sudah berakhirnya peperangan.

Dalam bhakti ini, Tarian Baris Jojor dan baris Gede, masing-masing dimainkan oleh dua orang. Dimana kedua penari bergerak dari arah yang berlawanan (utara dan selatan).

Makna dari perang-perangan ini adalah kalau kita mencari merta, kita harus berperang dulu. ‘’Disini perang yang dimaksud, bukan perang yang sebenarnya. Hanya perang simbolis saja. Bahwa untuk mencari kesuksesan harus berproses dengan kerja keras,’’ katanya.

Dijelaskan juga, setelah bhakti perang-perangan, dilanjutkan dengan bhakti matiti suara. Matiti suara sebenarnya merupakan bisama atau pituah dari Ida Bhatara. Inti dari pituah ini adalah masyarakat diminta selalu berbuat baik. Pesannya kalau kita berbuat baik, pasti hasil yang akan kita terima juga baik.

Adapun potongan pituah dalam Bhakti Matiti Suara ini, kata Jro Gede Batur, “Krama desa lan umat Hindu sami. Pirengin becik-becik ngih. Mule kliki mule biyu, mule akidik mupu liyu. Kriya uapayane anggen”. Artinya daya upaya dipakai jangan melakukan hal tidak baik. Balik masuriak (berteriak), ngih (ya).

Baca juga :  Tangani Banjir di Bypass, Mahayastra Kerahkan BPBD

Jelasnya, siapapun disana yang bilang ngih (ya) kalau di rumah berkata lain. Itu hukumannya dari sana (Ida Bhatara). ‘’Ini kan semua pituah yang termuat pada purana Pura Ulun Danu Batur. Kami masyarakat Batur sangat meyakini ini,’’ tegasnya lagi.

Kemudian dilakukan acara titi (jalan) menuju keamanan warga negara dengan melemparkan beras kuning berisi uang kepeng. ‘’Maknanya semoga apa yang dilakukan atau dikerjakan mendapat keberhasilan dan kemakmuran serta akan menemukan merta (makanan yang melimpah),’’ jelasnya.

Sementara berdasarkan laporan dari Sekretaris Panitia Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli, menghabiskan biaya di luar sumbangan berupa material sebesar Rp959.791.000.

Sementara sumbangan (dana punia) yang masuk sebesar Rp3.257.546.000, sehingga masih ada saldo sebesar Rp2.297.755.000. Dikurangi utang pembangunan tahun 2020 hingga April 2021 sebesar Rp1.079.720.000, sehingga masih sisa Rp1.218.035.000. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.