Gubernur Koster Apresiasi Pengolahan Sampah Berbasis Sumber, Desa Taro Jadi Percontohan

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster saat menyerahkan penghargaan kepada desa yang komitmen mengelola sampah berbasis sumber. foto: adi

GIANYAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, memberi penghargaan kepada lima desa di Bali yang komitmen mengelola sampah berbasis sumber. Desa itu yakni Desa Taro, Tegallalang; Desa Adat Padangtegal, Ubud; Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Badung; Desa Baktiseraga, Buleleng; dan Desa Paksebali Dawan, Klungkung.

Selain menerima penghargaan, 5 desa ini juga mendapat bantuan dana CSR dari Bank BPD Bali masing-masing Rp50 juta. Penghargaan dan bantuan dana diserahkan pada peluncuran keputusan Gubernur Bali Nomor 381/03-P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat. “Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain” di Wantilan Pura Gunung Raung, Desa Taro, Tegallalang, Jumat (9/4/2021).

Bacaan Lainnya

Gubernur Koster mengungkapkan, dari lima desa itu, Desa Taro, Tegallalang dipilih sebagai percontohan. “Pertama, karena Taro ini desa tua yang memiliki peradaban. Di sini ada jejaknya Ida Bhatara Rsi Markandeya. Desa Taro juga sudah mendapat penghargaan Kalpataru, jadi lengkap,” ujarnya.

Paling penting, kata Koster, sampai saat ini masyarakat Desa Taro komitmen menjalankan warisan jejak sejarah tersebut dengan baik. Maka itu dari Desa Taro dicanangkan pengelolaan sampah berbasis sumber ke seluruh Bali. “Dari sini jejak sejarah. Supaya betul menjadi simbol kita membangun peradaban Bali berkaitan dengan alam, manusia dan budaya,” jelas Koster.

Baca juga :  Distan Lakukan Pengawasan Pemotongan Babi, Buleleng Bergantung Pasokan Luar

Dia menargetkan tahun 2022 seluruh desa di Bali siap melaksanakan pedoman ini. “Tahun 2022 harus jalan, tidak ada alasan tidak jalan,” tegasnya. Koster mencontohkan lima desa ini, yang melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber secara swadaya.

“Ini luar biasa, maka saya sebut pelopor. Menginisiasi, bergerak dengan caranya. Tidak manja, nggak disuruh, tapi bekerja menyelesaikan masalah. Salut saya,” puji Koster.

Koster menguraikan, kebersihan merupakan hal sangat esensial bagi kehidupan. Apalagi Bali sebagai destinasi pariwisata. “Ketika semua desa bisa melaksanakan pedoman ini, tahun 2023 kita bisa nyatakan Bali bersih dalam urusan sampah,” ujarnya.

Lima desa ini, kata Koster mengalokasikan dana desa untuk mengelola sampah berbasis sumber. Karena itu, desa lain seluruh Bali melalui musyawarah desa diminta meniru. “Porsikan melalui Musdes. Jadi tidak timbulkan beban baru. Itu yang dilakukan oleh 5 desa ini,” jelasnya.

Koster berencana menggelar Lomba Desa Sad Kertih. Salah satu kriterianya pemeliharaan sumber air, semisal sungai, danau maupun pesisir. “Kita akan buat lombanya per kabupaten. Juaranya yang paling sempurna mengatasi masalah yang ada di desanya. Supaya desa itu bersih, produktif,” terangnya.

Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber ini sudah dituangkan dalam bentuk buku. Pemprov Bali akan mencetak sebanyak-banyaknya untuk seluruh desa/kelurahan dan desa adat di Bali.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, mengatakan, di Gianyar melaksanakan pengolahan sampah berbasis sumber di beberapa desa yang menjadi proyek percontohan.

Baca juga :  MW KAHMI Bali : Bangun Sinergi Ciptakan Pilkada Aman di Tengah Pandemi

Yang terpilih menjadi desa percontohan adalah Desa Taro. Desa-desa lainnya juga mulai bergerak menerapkan TPS3R, dengan paling lengkap ada di Desa Taro. “Yang jadi contoh Desa Taro, jadi desa lain tidak perlu berkecil hati. Pak Gub saya tahu seleranya, karena saya damping sejak 20 tahun lalu,” ucapnya.

Program TPS3R di Gianyar, sambungnya, bersinergi dengan Program Puspa Aman (pusat pangan alami mandiri asri dan nyaman). Ini sesuai misi pertamanya sebagai Bupati Gianyar yaitu “Membangun pertanian yang produktif, efesien dan mandiri”. “Program Puspa Aman menjadi salah satu program unggulan di Kabupaten Gianyar,” ungkapnya.

Dijelaskan, Program Puspa Aman merupakan upaya Pemkab Gianyar mengajak masyarakat memanfaatkan lahan di desa yang tidak produktif. “Dikembangkan sebagai penghasil pangan, dalam memperbaiki gizi masyarakat, sekaligus juga bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan desa itu sendiri,” paparnya.

Salah satu produk yang dihasilkan TPS3R, kata Mahayastra, yaitu pupuk organik. Selain dijual, juga dapat dimanfaatkan dalam program Puspa Aman untuk mengembangkan kebun bibit, sebagai penyedia bibit tanaman dan juga dalam membuat demplot sebagai laboratorium lapangan. “Juga sebagai sarana edukasi bagi anggota kelompok dalam mengembangkan kebun pekarangan dan lahan sekitar tempat tinggal,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Taro ,I Wayan Warka, menjelaskan pengelolaan sampah berbasis sumber ini mulai dilakukan sejak tahun 2019 atas pembinaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar bekerja sama dengan Yayasan Merah Putih Hijau untuk mengedukasi warga.

Baca juga :  DPRD Bangli Umumkan Penetapan Paslon Kepala Daerah Terpilih

Itu diperkuat Peraturan Desa (perdes) turunan, diturunkan lagi dalam pararem dan awig-awig di masing-masing desa adat. Tujuannnya untuk bersinergi menguatkan tugas masing-masing. “Karena desa adat juga harus bertanggung jawab terhadap warganya, supaya taat tidak lagi membuang sampah ke sembarang tempat,” jelasnya.

Dalam pararem maupun awig-awig, juga mencantumkan sanksi jika ada warga yang melanggar. “Seandainya ada warga yang membuang sampah sembarangan, sanksi pertama ditegur. Kalau masih bandel disobyahkan pada paruman adat. Ketiga, dikenakan sanksi denda 10 Kg beras,” jelasnya.

Sampai saat ini, tidak ada satupun warga kena sanksi.
Dijelaskan, saat ini 2.261 KK di Desa Taro terbiasa memilah sampah dari rumah tangga. Desa Taro juga sudah membentuk tim kader kebersihan untuk mengawasi masing-masing rumah.

Dari dapur sudah dipilah, ditempatkan di karung sesuai jenis sampah organik, anorganik dan residu. Sistem pengangkutan sampah juga diberikan jadwal. TPS3R Desa Taro diresmikan pada bulan Juni 2020 oleh Bupati Made Mahayastra. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.