POSMERDEKA.COM, MATARAM – Komisi IV DPRD NTB meninjau proyek perbaikan permanen ruas jalan menuju Pelabuhan Gili Mas di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kamis (24/8/2023). Dipimpin Ketua Achmad Puaddi, rombongan Komisi IV diterima Kadis PUPR NTB, Muhammad Rum, Pejabat Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), PU Lobar dan Dinas Perhubungan NTB.
Puaddi mengatakan, kedatangan dia dan kolega di Dewan untuk memastikan pengerjaan jalan berjalan sebaik-baiknya. Proyek ini masuk dalam Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembangunan jalan daerah dengan nilai anggaran mencapai Rp100 miliar. “Karena ini dana pembangunannya dari pemerintah pusat, pengerjaan harus dilakukan dengan kualitas yang sebaik-baiknya,” seru politisi Partai Golkar itu.
Dalam menggarap proyek, dia minta jajaran BPJN NTB agar memperhatikan kondisi lingkungan dan sosial di wilayah setempat. Selain itu koordinasi dengan instansi lain seperti PLN dan PDAM juga harus dilakukan. Sebab, pelebaran dan penggalian jalan dikhawatirkan membuat akses listrik dan pipa PDAM dapat terganggu.
“Hal-hal ini agar diperhatikan, jangan sampai proyek sudah selesai, tapi tiang listrik tidak dilakukan penataan. Begitu juga saluran PDAM enggak dilakukan penataan, nanti sudah jadi, terus ada pembongkaran oleh petugas PDAM gara-gara ada pipa mereka yang terhalang,” beber Puaddi.
Kadis PUPR NTB juga diingatkan fokus melakukan pengawasan pengerjaan proyek. Sebab, tidak semua daerah di Indonesia memperoleh dana bantuan perbaikan jalan melalui Inpres.
“Tolong Pak Kadis segala hal yang menjadi catatan dan masukan yang tadi kami berikan, agar benar-benar diperhatikan lebih serius. Jujur, kami bertanggung jawab atas kelancaran pengerjaan proyek jalan ini dapat sesuai target pelaksanaan,” kata Puaddi bernada tegas.
Diberi target, Muhammad Rum menjamin semua catatan dan masukan Komisi IV akan menjadi fokus pihaknya dalam mengawal kelancaran proyek jalan sepanjang 7,5 km menuju Pelabuhan Gili Mas. Menurut Rum, jalan menuju Pelabuhan Gili Mas merupakan jalan bagi para wisatawan, terutama wisatawan kapal pesiar.
Terlebih Pelabuhan Gili Mas kini menjadi tempat bersandarnya beberapa kapal pesiar, dengan membawa ratusan wisatawan mancanegara, untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Lombok.
Perbaikan dilakukan, jelasnya, karena ruas jalan menuju Pelabuhan Gili Mas rusak cukup parah. Banyak lubang di beberapa titik, bahkan beberapa kali terjadi kecelakaan hingga meninggal dunia. Karena kondisi jalanan yang rusak parah, masyarakat setempat beberapa kali menanam pohon pisang di beberapa titik yang rusak tersebut. “Sudah jalan (pengerjaannya),” katanya.
Rum menyebut proyek dikerjakan Balai Jalan Nasional sesuai dengan kontrak. Dalam kontrak di Balai Jalan Nasional, perbaikan jalan ditarget tuntas pada Desember 2023. Dari anggaran yang ada, belum ada rencana untuk pelebaran ruas jalan tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan diperlebar selama tidak ada permasalahan.
“Kalau memungkinkan (pelebaran jalan), jangan sampai dana Inpres ini terjadi permasalahan. Kalau memang ada space (ruang) untuk dilebarkan tanpa ada permasalahan, Insya Allah mereka siap. Tapi kalau tidak bisa, ya kami hanya bermain di jalan daerah saja,” tandas Rum. rul
























