Prevalensi Stunting di Bangli Masih Cukup Tinggi

WAKIL Bupati Bangli, I Wayan Diar, menandatangani komitmen bersama dalam rangka mendukung upaya percepatan penurunan stunting dalam Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangli, Rabu (7/9/2022). Foto: ist

BANGLI – Persoalan stunting (tumbuh kerdil) menjadi agenda pembangunan nasional. Untuk prevalensi balita stunting (tinggi badan menurut umur) berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Kabupaten Bangli mencapai 11,8 persen. Ini artinya tingkat prevalensi di Bangli stunting masih tinggi.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Bangli yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangli, I Wayan Diar, dalam Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangli, Rabu (7/9/2022).

Bacaan Lainnya

Diar menambahkan, sesuai dengan strategi nasional, ditetapkan lima pilar dalam percepatan penurunan stunting. Melalui rembuk ini, dia berharap semua pihak bekerja sama dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang. Juga percepatan perbaikan gizi dan pemenuhan sanitasi dasar.

“Kita harap dengan upaya maksimal bisa mendapat hasil yang baik dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif dan berdaya saing,” pintanya.

Rembuk yang diselenggarakan di ruang rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli itu dihadiri pula perwakilan BKKBN Provinsi Bali, pimpinan OPD terkait di Pemkab Bangli, anggota TPPS Kabupaten Bangli, para camat seluruh Bangli, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu juga ditandatangani komitmen bersama dalam rangka mendukung upaya percepatan penurunan stunting secara konsisten dan berkelanjutan di desa dan kelurahan lokus Kabupaten Bangli. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses