Praktisi Pariwisata Dorong Lakukan Evaluasi Kebijakan Karantina Wisman

  • Whatsapp
PRAKTISI pariwisata, Wayan Puspa Negara. foto: ist

MANGUPURA – Praktisi pariwisata masih berharap agar pemerintah bisa melakukan evaluasi SOP penanganan kedatangan wisatawan internasional ke Bali, khususnya menyangkut masa karantina sementara. Terlebih pihak International Air Transport Association (IATA) juga diketahui telah memberikan pernyataan agar pelancong yang sudah divaksin tidak perlu melakukan isolasi mandiri atau karantina.

Menurut salah seorang praktisi pariwisata, Wayan Puspa Negara, pemerintah harus mendengarkan IATA selaku pihak yang mengurus semua airlines. IATA mengimbau agar wisatawan yang datang ke suatu negara diberikan bebas karantina sementara, ketika mereka sudah menjalankan penuh tahapan vaksinasi.

Bacaan Lainnya

Hal itu dirasa sangat relevan diakomodir, karena langkah tersebut merupakan upaya untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata Bali, yang hampir 2 tahun terdampak pandemi Covid-19.

‘’Pernyataan IATA ini perlu menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyusun SOP kedatangan wisatawan internasional. Sebab mereka tentu tahu karakteristik dan animo wisatawan untuk kembali berlibur setelah penerapan aturan terkait,’’ ungkapnya, Rabu (20/10/2021).

Langkah tersebut diakuinya sekaligus untuk menyamakan SOP alur kedatangan wisatawan internasional dan domestik ke Bali. Pada dasarnya, tingkat keterpaparan seseorang akan Covid-19 tidak bisa dilihat dari asal negara semata.

Sebab banyak faktor yang terkait yang mempengaruhi, seperti kedisiplinan seseorang dalam menjaga kesehatan, vaksinasi, dan pengetatan uji skrining yang dilakukan.

Baca juga :  Kabar Baik, Denpasar Nihil Kasus Positif Covid-19 Berturut-turut Empat Hari

Karena itu yang menjadi penekanan menurutnya adalah penerapan prokes ketat dan hasil uji skrining yang dilakukan. Penerapan karantinas sementara selama 5 hati itu justru dipertanyakan, karena hal itu tentu membuat potensi wisatawan yang berlibur kembali berpikir ulang datang ke Bali.

Sebab selain menyangkut masa liburan, hal itu juga menyangkut biaya tambahan yang dikeluarkan para wisatawan mancanegara. Padahal kunjungan internasional itu sangat diharapkan, untuk kembali menumbuhkan geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Samakan saja SOP antara penerbangan domestik dengan internasional. Setelah mereka datang langsung menuju hotel dan berbaur menuju destinasi. Dengan demikian potensi wisatawan internasional yang akan datang tentu menjadi lebih banyak, tanpa mengenyampingkan disiplin penerapan prokes,’’paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh praktisi pariwisata lainnya, Jro Made Supatra Karang. Ia juga mempertanyakan terkait pemberlakuan karantina sementara bagi wisman yang berkunjung ke Bali, jika yang bersangkutan sudah mengantongi bukti vaksin dan hasil swab negatif.

‘’Semestinya tidak ada lagi karantina kalau wisatawan yang datang sudah divaksin dan melakukan test swab negatif,’’ ujar Suparta Karang. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.