Jro Bandesa Adat Besakih Mengapresiasi Gubernur Koster

  • Whatsapp
PERTEMUAN Pokli Pembangunan Gubernur Bali Bidang Pariwisata dan Bidang Adat, Budaya dan Agama, dengan Jro Bendesa Besakih (tiga dari kanan). Foto: nar

KARANGASEM – Jro Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, mengacungkan jempol dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster. Penghargaan itu diberikan, karena Gubernur Wayan Koster, mulai melakukan penataan Kawasan Suci Pura Besakih, sehingga kelak kondisi kawasan itu akan lebih tertib, rapi, tertib alias tidak semrawut sebagai tempat suci yang utama bagi umat Hindu di Tanah Air.

Hal itu dikatakan Jro Mangku Widiartha, ketika menerima Kelompok Ahli (Pokli) Pembangunan Gubernur Bali Bidang Pariwisata dan Bidang Agama, Adat dan Budaya Bali di Bale Pasandekan Pura Besakih, Karangasem, Selasa (19/10/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Pokli Gubernur Bali seperti I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, Gusti Kade Sutawa, Jro Mangku Nusa, dan Made Nariana, bertemu dengan Jro Bandesa Besakih didampingi Gusti Mangku Ngurah Astika, usai melakukan persembahyangan.

Sebelumnya, pimpinan rombongan Rai Suryawijaya menanyakan, bagaimana perkembangan penataan Kawasan Suci Besakih yang kini sedang ditangani Pemerintah Bali bersama pemerintanh pusat dalam hal ini Kementerian PUPR.

Bandesa Adat Besakih mengatakan, belum ada hal yang mendasar ditemukan dalam perjalanan proyek tersebut. Masalah ganti rugi lahan/tanah milik masyarakat sudah diselesaikan dengan baik. “Kami sungguh-sungguh berterima kasih, sebab sekecil apa pun peroalan yang ada, saya diminta melaporkan langsung kepada Gubernur. Sebab Gubernur ingin melakukan penataan ini dengan tulus, iklas, dan jujur demi mengembalikan taksu Besakih sebagai kawasan suci,” kata Widiartha.

Baca juga :  Hadapi Piala Dunia FIBA, Presiden Jokowi Minta Bentuk Timnas Tangguh

Namun satu hal yang dia sayangkan; ada pihak curiga dan menuduh, seolah-olah proyek yang dilakukan pemerintah ini, melanjutkan apa yang disebut dengan proyek Kawasan Setrategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang pernah ditolak sebelumnya. Padahal ini bukan proyek KSPN, tetapi Penataan Kawasan suci dengan dana APBD Bali dibantu APBN.

Suryawijaya membenarkan bahwa penataan yang dilakukan saat ini, bukan KSPN yan pernah ditolak masyarakat Bali. Kini Gubernur Bali dengan visinya: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, ingin membangun Bali skala dan niskala.

Termasuk menata kawasan suci Pura Besakih, sehingga saat upacara besar, berlangsung tertib dan rapi termasuk menata pedagang yang berjualan di sekitar kawasan itu. Jika penataan tersebut nanti selesai, pedagang akan memiliki tempat khusus, parkir tersendiri, dan taman ditata lebih rapi.

Di bagian lain, Gusti Mangku Ngurah Astika, menyampaikan, ada persoalan pro-kontra di masyarakat bawah mengenai rencana penataan margi agung (jalan utama) menuju Besakih. Sosialisasi awalnya tidak sesuai dengan apa yang ingin dilakukan konsultan proyek, sehingga dikhawatirkan nanti margi agung itu tidak rapi. Hal ini perlu dikoreksi, sebab sepanjang margi agung itu banyak penduduk asli Besakih yang memiliki rumah.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, pada 18 Agustus 2021 melakukan peletakan batu pertama pembangunan Proyek Kawasan Besakih. Sementara Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengikuti peletakan batu pertama itu melalui virtual.

Baca juga :  PPKM Berlanjut, Operasional Usaha di Denpasar Sampai Pukul 21.00 Wita

Wayan Koster menyebutkan proyek tersebut diprediksi akan kelar tahun 2022 dengan biaya Rp900 miliar. Proyek itu akan dilakukan bertahap, sebab tidak mungkin bersamaan. Pertama palemehan, parkir, pesandekan, margi (jalan), fasilitas UMKM, pasraman, jaringan air minum, listrik, telekomunikasi, drainase, sirkulasi kendaraan, sarana pengolaan sampah dan taman.

Dana Rp900 miliar yang akan dihabiskan berasal dari APBN Rp500 miliar dan APBD Semesta Berencana Rp400 miliar. Salah satu yang akan dibangun adalah gedung parkir setinggi 4 lantai seluas 55.201 m2 dengan kapasitas 5 bus besar, 61 bus medium. Lantai basement II kapasitas 459 mobil, basement III kapasitas 532 mobil. Basement IV untuk area pengelolaan sampah dan limbah. nar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.