BULELENG – Mencegah munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah di masa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng melakukan tes cepat antigen secara sampel di beberapa sekolah.
Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto, mengatakan, kegiatan tes cepat antigen di beberapa sekolah ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi atas pelaksanaan PTM Terbatas di Buleleng. ‘’Ini bentuk evaluasi kami. Ini penting kami laksanakan agar tidak terjadi klaster baru di satuan pendidikan,’’ kata Sucipto, Selasa (19/10/2021).
Dijelaskan Sucipto, kegiatan tes cepat antigen ini dilakukan dengan menyasar 30 sampel baik dari guru maupun siswa setiap hari di tiga sekolah berbeda.
‘’Setiap sekolah 1 guru dan 9 siswa. Itu sudah kami susun jadwal sampai awal bulan November 2021.Targetnya per hari ada 3 sekolah kami sasar dengan petugas kesehatan dari puskesmas wilayah setempat,’’ jelasnya.
Dari kegiatan tes cepat antigen pada Selasa (19/10/2021) di 2 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tejakula dan 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang di wilayah Kecamatan Kubutambahan, hasilnya semua negatif atau nonreaktif.
Sucipto pun mengaku bersyukur semua hasilnya nonreaktif. Artinya, setiap satuan pendidikan kini sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama pelaksanaan PTM Terbatas.
“Misal ada yang reaktif, tentunya akan dilakukan tindakan selanjutnya. Ya, semoga dengan upaya kami ini, PTM terbatas di Buleleng berjalan dengan aman dan lancar,’’ pungkas Sucipto. rik
























