Polres Tabanan Backup Penyelidikan Kasus Lansia Tewas Terbakar

KEPOLISIAN masih mengupayakan penyelidikan lebih lanjut atas kematian seorang lansia yang terbakar saat bakar-bakar sampah di belakang rumahnya, Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Tabanan. Foto: ist
KEPOLISIAN masih mengupayakan penyelidikan lebih lanjut atas kematian seorang lansia yang terbakar saat bakar-bakar sampah di belakang rumahnya, Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Tabanan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Kasus lansia Sukasdi (81) yang tewas terbakar saat bersih-bersih dan membakar ranting pohon di belakang rumahnya, Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Tabanan, masih dalam penyelidikan Polsek Tabanan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Satreskrim Polres Tabanan pun membackup kasus tersebut, sementara menunggu kehadiran petugas dari Labforensik Polda Bali.

Kapolsek Tabanan, Kompol I Nyoman Sumantara, mengatakan, dalam upaya penyelidikan kasus tersebut pihaknya telah melakukan olah TKP, dan memintai keterangan sejumlah saksi. “Kami berencana menghadirkan petugas labforensik, namun kami juga belum dapat konfirmasi, sehubungan tim labfor masih ada kegiatan lain di luar,” ungkapnya, Rabu (23/10/2024).

Bacaan Lainnya

Hal senada diungkapkan Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP M. Taufik Effendi, bahwa pihaknya turut membackup kasus lansia tewas terbakar yang terjadi pada Senin (21/10/2024). Menurutnya, upaya penyelidikan terus dilakukan, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

“Penanganan kasus tersebut tetap di Polsek Tabanan, namun kami dari Satreskrim Polres Tabanan juga ikut membackup, membantu penyelidikan di TKP maupun dari keterangan saksi-saksi. Dalam waktu dekat, kami juga akan menghadirkan tim labforensik untuk penyelidikan, guna memastikan apa penyebab kematian lansia tersebut,” ujar AKP Taufik.

Ketika ditanya apakah ada kejanggalan dari kematian lansia tersebut, Taufik belum bisa memastikan sebelum ada data akurat dari hasil penyelidikan. “Kami belum bisa memastikan sebelum ada data yang akurat, termasuk jika sudah ada hasil pemeriksaan dari tim labforensik,” tegasnya.

Sebelumnya, dari pihak keluarga yang diwakili Purgianto (54) yang juga anak Sukasdi, menyatakan menerima secara ikhlas kematian ayahnya itu. Pihak keluarga menolak untuk proses otopsi terhadap jenazah Sukasdi. Selanjutnya, jenazah Sukasdi telah dimakamkan di Kuburan Kristen Taman Mumbul, Badung.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, meskipun dari pihak keluarga duka telah ikhlas menerima kejadian itu sebagai musibah, dan menolak untuk keperluan autopsy, namun dari kepolisian tetap mengupayakan penyelidikan lebih lanjut. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan penyebab kematian lansia tersebut. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses