Polres Gianyar Amankan Nyepi dengan Kekuatan Penuh

  • Whatsapp
KABAG Ops. Polres Gianyar, Kompol I Wayan Latra. Foto: adi
KABAG Ops. Polres Gianyar, Kompol I Wayan Latra. Foto: adi

GIANYAR – Serangkaian Hari Raya Nyepi, mulai dari Pengerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni, Polres Gianyar menyiapkan pengamanan dengan kekutan penuh. Polres menurunkan 75 personel yang didukung jajaran polsek. Khusus saat Ngembak Geni, polisi akan mengawasi ketat objek-objek wisata yang ada di Gianyar. Hal itu diungkapkan Kabag Ops. Polres Gianyar, Kompol I Wayan Latra, Kamis (11/3/2021). 

Lebih lanjut dikatakan, masing-masing polsek menurunkan sepertiga personil, jadi ada 20 sampai 30 orang sesuai dengan jumlah keseluruhan personel. “Intinya kami lakukan pengawasan dan pengamanan dengan kekuatan penuh,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, pengamanan dijalankan sejak upacara melasti dilaksanakan. Kendati melasti tidak dilarang, tapi sebagaimana imbauan disampaikan PHDI, pelaksanaannya agar dilakukan dengan ngubeng dari pura masing-masing. Kalaupun ada keharusan ke pantai, dapat dilakukan dalam jumlah terbatas. Hanya prajuru yang ikut ke pantai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Saat Pengerupukan, sambungnya, Polres memastikan tidak ada pengarakan ogoh-ogoh. Namun, polisi tetap patroli skala besar di seluruh kecamatan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, atau mencegah warga yang nekat mengarak ogoh-ogoh secara sembunyi-sembunyi hingga menimbulkan kerumunan.

“Kami akan lakukan patroli ke seluruh kecamatan untuk memastikan masyarakat tidak coba-coba mengarak ogoh-ogoh. Juga ada personel yang siaga di Polres Gianyar dan polsek jajaran hingga Nyepi esok harinya,” ulas perwira menengah tersebut.

Baca juga :  Lagi, Dua Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Meninggal

Khusus pada hari Ngembak Geni, Latra mengimbau masyarakat jangan pergi ke tempat-tempat keramaian seperti pantai dan objek wisata lainnya. Dengan kedisiplinan serta dukungan masyarakat, dia yakin Covid-19 di Gianyar bisa dikendalikan. “Mari kita berpikir bahwa tempat keramaian adalah tempatnya virus Covid-19. Nanti kami akan lakukan pengawasan di objek wisata,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.