KLUNGKUNG – Setelah membangun rest area (tempat istrahat) di Objek Wisata Goa Jepang dan di perbatasan Klungkung-Gianyar, Kecamatan Banjarangkan, kini Pemkab Klungkung, Bali, sedang merencanakan pemasangan CCTV (kamera pengaman) di rest area tersebut.
“Setiap rupiah diinvestasikan di rest area tersebut, dan harus dapat dipelihara dengan baik agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, di hadapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Pemkab Klungkung, I Ketut Suadnyana, saat meninjau, Kamis (11/3/2021).
Pemasangan CCTV tersebut, sebutnya, dilakukan bertujuan untuk memantau adanya tangan-tangan jahil, sekaligus mengawasi penerangan yang terpasang di daerah sekitar rest area. Selain itu, dia minta masyarakat Klungkung maupun pengunjung agar sama-sama merawat dan mempunyai rasa memiliki rest area di Kabupaten Klungkung.
Dengan terus dirawat, ucapnya, rest area itu dapat digunakan beristirahat, dan membuat dokumentasi swafoto (selfie) untuk dipakai kenang-kenangan. Agar pemeliharaan aset ini dapat dilaksanakan dengan efektif, tugas pemeliharaan akan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, karena ketersediaan SDM instansi tersebut lebih memadai.
“Dari aspek pemanfaatan, rest area ini belum masuk sebagai objek wisata yang dikenakan retribusi. Pemeliharaan aset ini menjadi pekerjaan gotong royong dinas-dinas terkait, misalnya Dinas Perhubungan untuk penerangan, PUPR untuk perencanaan dan teknis, sedangkan kebersihan dan keasrian tetap menjadi tugas DLHP,” pesannya usai meninjau rest area di Objek Wisata Goa Jepang dan perbatasan Klungkung-Gianyar di Desa Tusan. baw























