PKP Bangli Vaksinasi Susulan di Desa Sulahan

PETUGAS Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli menggelar vaksinasi susulan di Desa Sulahan, Rabu (17/12/2025). Foto: ist
PETUGAS Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli menggelar vaksinasi susulan di Desa Sulahan, Rabu (17/12/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Menindaklanjuti peristiwa 13 warga Banjar Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli yang digigit anjing positif rabies, petugas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli bergerak cepat. Rabu (17/12/2025) petugas PKP langsung menggelar vaksinasi susulan di Desa Sulahan. Petugas juga melaksanakan vaksinasi selektif, khususnya pada anjing yang sempat kontak dengan anjing yang positif rabies.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, di sela-sela kegiatan vaksinasi menyebutkan, instansinya sempat menggelar vaksinasi di Desa Sulahan pada September lalu. Namun, karena ditemukannya anjing positif rabies dan melukai belasan warga, maka kembali menggelar vaksinasi rabies di lokasi, serta melaksanakan eliminasi selektif. “Kami telah melaksanakan kegiatan penanganan rabies sesuai SOP,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sarma mengucapkan terima kasih pada masyarakat, khususnya  Perbekel Sulahan dan Kadus Sulahan, yang bergerak cepat dalam menangani anjing positif rabies ini. Warga telah mengamankan anjing penggigit dan petugas mengambil sampel otaknya, kemudian diuji di Lab. Korban gigitan telah mendapat penanganan sesuai dengan prosedur. “Kami ucapkan terima kasih atas kesigapan aparat di desa, dan kegiatan vaksinasi,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, sesuai SOP, selain melakukan vaksinasi, instansinya juga melaksanakan eliminasi selektif dan tertarget. Selain itu, dengan instansi terkait juga memantau perkembangan korban gigitan.

Dia mengklaim telah masif melakukan vaksinasi anjing. Tahun ini ditarget vaksinasi anjing mencapai 80%, sedangkan capaiannya mencapai 87%. “Kami tidak memungkiri memang ada anjing liar yang tidak terjangkau. Ini memang kendala yang kita hadapi selama ini,” ulasnya.

Sementara itu Kadus Sulahan, I Nengah Sueka Putra, menambahkan, pasca-gigitan anjing positif rabies, semua anjing di wilayahnya divaksinasi, dan petugas juga melakukan eliminasi selektif.  Dalam pelaksanaannya melibatkan petugas pecalang dan hansip. “Kami juga tadi lakukan penyisiran anjing yang kontak langsung dengan anjing positif rabies tersebut,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses