PIALA SOERATIN: Ini Alasan Kaltim akan Protes Kaltara Jika Menang

  • Whatsapp
TIM abu-abu Persemal Malinau U17 yang mewakili Kaltara pada Piala Soeratin di Malang, Jatim.

KETUA KNPI Malinau, Oktrianus Charles mengatakan, keikutsertaan PS Persemal yang mengusung provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada kejuaraan Piala Soeratin U17 di Malang, Jawa Timur tersebut, disinyalir bukan klub sebenarnya.

“Laga itu seharusnya diwakili oleh putra-putra Malinau dengan nama klub PS Persemal, tapi ternyata dimanipulasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencatut nama klub,” kata Charles, seperti dikutip dari Kayantara.com.

Bacaan Lainnya

Persoalannya adalah tak satupun pemain murni dari Persemal yang ikut bertanding dalam kejuaraan nasional itu atas nama klub kebangaan masyarakat Malinau tersebut. “Hal ini sangat disayangkan dan merusak mental semangat generasi muda Malinau, dan merusak sistem persepakbolaan yang ada di Kabupaten Malinau,” ujarnya.

Dengan begitu, tegas Charles, dirinya merasa keberatan atas perbuatan oknum terhadap pembinaan generasi muda Malinau. “Saya meminta kepada oknum yang memanipulasi klub PS Persemal Malinau ini ditindak tegas, dan dipecat sebagai pengurus persepakbolaan di Kaltara agar tidak terulang lagi seperti ini,” tuturnya.

“Sebagai Ketua KNPI Malinau saya sangat kecewa terhadap pembinaan generasi muda dalam bidang olahraga persepekbolaan yang ada di Kaltara ini,” tegas Charles.

Sementara itu, Ketua Asprov PSSI Kaltara, Hendra Radiyanto menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku, pemenang Piala Soeratin Regional Kaltara pada November 2019 lalu berhak tampil di kejuaraan tingkat nasional yang dihelat di Malang.

Baca juga :  Rapat KPU Dibatasi Maksimal Satu Jam

Namun, PS Nunukan sebagai klub yang menjuarai laga sepakbola U17 tersebut dinilai tak memenuhi syarat hingga diwakilkan oleh tim kesebelasan Persemal Malinau atas persetujuan Asosiasi PSSI Provinsi Kaltara.

“Mereka (PS Nunukan) memang benar menjuarai laga itu, tapi terbentur legalistasnya karena tidak terdaftar sebagai anggota PSSI,” katanya. Bahkan, ungkap Hendra, keikutsertaan anak asuhan Frakasi Mahmud pada Piala Soeratin regional Kaltara sebenarnya atas nama SSB Collection, bukan PS Nunukan.

Hendra menjelaskan, berdasarkan aturan (statuta PSSI), legalitas klub harus terdaftar dan memiliki surat keputusan (SK) sebagai anggota PSSI. Setelah itu klub diwajibkan membayar iuran anggota sebesar Rp10 juta per tahun kepada Asprov PSSI Kaltara. “Uang iurannya untuk kebutuhan kompetisi dan Liga 3. Jadi tidak bayar lagi,” tuturnya.

Sejatinya, SSB Collection bisa saja mengambil haknya di tingkat nasional dengan catatan bernaung atas nama PS Nunukan. “Persoalannya mereka punya dana atau tidak untuk mengikuti kejuaraan nasional itu. Karena laga ini tidak didanai dari APBD, sehingga kita tawarkan ke klub lain yang siap dan punya legalitas jelas,” katanya.

Sehingga muncullah Persemal Malinau sebagai perwakilan Kaltara dengan konsekuensi dana operasional sepenuhnya ditanggung pihak klub. “Persemal di laga Piala Soeratin Malang memang benar memiliki materi pemain bukan asli Kaltara, ini karena permintaan mereka yang mematok target juara, tapi urusan biaya operasional jadi tanggungan mereka,” ungkap Hendra.

Baca juga :  Terobosan Baru untuk Menyerap Aspirasi Masyarakat, Humas DPRD Buleleng Bakal Adopsi Program “Talkshow” DPRD Lumajang

Hal demikian dilakukan guna mengangkat drajat sepakbola Kaltara. Jika tidak, maka nama Kaltara tidak termasuk salah satu peserta di kejuaraan nasional tersebut lantaran keterbatasan anggaran di tubuh Asprov PSSI Kaltara.

“Ada atau tidak ada uang harus ikut ajang nasional. Terus dananya dari siapa? Karena ada yang berminat, kita kasih ke lain dan memakai salah satu klub yang ada di Kaltara yaitu Persemal,” bebernya. “Seharusnya kita bangga, dan bersyukur karena tidak dirugikan, justru nama daerah kita diangkat,” demikian Hendra. (yes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.