PGRI Bulukumba Kagumi SMP Sapta Andika Denpasar, Unggul dalam Digitalisasi Pendidikan

KUNJUNGAN studi tiru PGRI Bulukumba, Sulawesi Selatan di SMP Sapta Andika Denpasar, Jumat (10/6/2022). Foto: tra
KUNJUNGAN studi tiru PGRI Bulukumba, Sulawesi Selatan di SMP Sapta Andika Denpasar, Jumat (10/6/2022). Foto: tra

DENPASAR – SMP Sapta Andika mendapat kunjungan istimewa dari organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) luar Pulau Dewata. Pada Jumat (10/6/2022), SMP Sapta Andika Denpasar dikunjungi rombongan PGRI Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kedatangan tamu PGRI Bulukumba disambut meriah oleh warga sekolah dipimpin langsung Kepala SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, ST.; bersama Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag.; dan Ketua Yayasan Padma Buana 77, Drs. I Wayan Sariada Wastika.

Read More

Sementara PGRI Bulukumba langsung dipimpin Ketua PGRI Bulukumba, Drs. Sahiruddin, M.Pd.; didampingi Sekretaris Dinas Dikbud Bulukumba, Hj. Andi Hamrina Andi Muri, M.Pd. Sahiruddin tak menyangka kalau dia dan rombongan disambut sangat meriah di SMP Sapta Andika Denpasar.

Bahkan dia merasa sangat istimewa selama berada di Bali, khususnya di SMP Sapta Andika Denpasar, utamanya keramah tamahannya warga sekolahnya. SMP Sapta Andika Denpasar, kata dia, banyak memiliki keunggulan.

Selain unggul di akademik dan budaya, juga unggul dalam digitalisasi pendidikan. Ini yang disebut Sahiruddin perlu dicontoh dan diterapkan di Bulukumba.

Kepala SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, mengungkapkan rasa bangganya karena SMP Sapta Andika Denpasar, dijadikan objek studi tiru. Menurut Gede Eka Nuryada, untuk maju kita harus terus belajar dari lembaga yang terbaik.

Saat itu, Gede Eka Nuryada  juga memaparkan sejarah berdirinya SMP Sapta Andika Denpasar yang berdiri pada 2008. Termasuk perkembangan siswa SMP Sapta Andika Denpasar yang berdiri di tengah-tengah permukiman padat penduduk di Jalan Gunung Patuha V No. 19, Monang Maning, Denpasar Barat, pada  awal mula berdiri hanya memiliki seratusan siswa kini sudah mencapai 1.093 siswa.

Gede Eka Nuryada menambahkan, SMP Sapta Andika Denpasar memiliki sejumlah program unggulan dalam digitalisasi pendidikan. Di sekolah ini mulai dari kehadiran siswa di sekolah, penilaian, rapor, sampai pembayaran SPP sudah digital dan tersampaikan langsung ke orang tua siswa. Bahkan, pihak bank membuka layanan khusus di sekolah.

SMP Sapta Andika Denpasar juga sudah membuka layanan perpustakaan digital, dan siswa bisa membaca buku secara online melalui e-book. Inovasi lainnya adalah semangat pagi memuju impian.

Dimana wali kelas sudah mengabsen siswa setiap pukul 05.00 Wita melalui absen digital. Setelah itu, guru mata pelajaran jam pertama langsung memberikan materi lewat online. Inovasi ini, selain membiasakan siswa disiplin bangun pagi juga meningkatkan prestasi.

Ia mengakui, sejak adanya absensi pagi hari dan belajar pagi lewat online, tidak ada anak yang terlambat datang ke sekolah karena alasan bangun kesiangan. Bahkan, siswa semangkin semangat belajar di sekolah.

Pada masa libur sekolah ini, aktivitas siswa juga dipantau. Para guru wali, selalu diingatkan untuk berkomunikasi dengan siswa dan orang tua siswa untuk mengarahkan anaknya memanfaatkan libur semester dengan kegiatan positif di rumah dan tetap belajar.

Ketua Yayasan Padma Buana 77, I Wayan Sariada Wastika, mengatakan, yayasan sangat mendukung kemajuan sekolah untuk berprestasi. Saat ini, SMP Sapta Adika memiliki 30 rombongan belajar. Sekolah ini dilengkapi laboratorium IPA dan sarana lainnya. Untuk pengembangan bakat dan minat siswa, sekolah ini membuka 23 jenis ekstrakurikuler.

Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, menyampaikan apresiasi terkait agenda studi tiru ini yang diyakini akan bermuara pada semakin besar dan kuatnya lembaga dan anak lembaga organisasi PGRI di Bulukumba. Ia mengatakan, PGRI Kota Denpasar mempunyai anak lembaga yaitu YPLP PGRI Kota Denpasar yang menaungi 22 sekolah yaitu 1 TK/PAUD, 1 SD, 9 SMP, 4 SMA, dan 7 SMK.

Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menyebut SMP Sapta Andika Denpasar salah satu sekolah favorit dan dicintai masyarakat. Terbukti sekolah ini tetap jadi pilihan masyarakat.

PPDB yang sudah dijalan tegak lurus dan berkeadilan, tegas Agung Wiratama, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar dan tidak ada dikotomi antara sekolah negeri dan swasta. Didukung sarana prasarana yang representatif dan PBM berjalan efektif, ia yakin anak-anak bersekolah di swasta sama dengan dengan di negeri. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.