Perumda Pasar MGS Didorong Manfaatkan Peluang Pasar Daring

  • Whatsapp
ANGGOTA DPRD Badung, Ni Komang Tri Ani. Foto: nas
ANGGOTA DPRD Badung, Ni Komang Tri Ani. Foto: nas

MANGUPURA – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat lebih banyak memanfaatkan toko yang melakukan transaksi secara online (daring). Selain itu, masyarakat yang menjadi konsumen ingin praktis dan dilayani, tidak perlu keluar untuk berbelanja tapi bisa berbelanja kebutuhannya.

Anggota DPRD Badung, Ni Komang Tri Ani, mengusulkan agar Perusahaan Umum Daerah  (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung membuat aplikasi pasar daring atau semacam marketplace. ‘’Online market di era kini tidak bisa kita hindari. Karena banyak masyarakat lebih memilih belanja online praktis dan simpel serta tidak perlu berdesak-desakan,’’ kata Tri Ani saat rapat kerja Komisi III DPRD Badung dengan Perumda Pasar MGS , Jumat (7/5/2021).

Bacaan Lainnya

Pasar daring, kata politisi PDIP itu, tidak hanya untuk masyarakat yang menjadi konsumen. Tetapi, juga bisa menampung masyarakat yang ingin berjualan namun terbatas modal khususnya sewa gedung atau ruko. Hasil produksi UMKM juga bisa ditampung di pasar daring yang disediakan oleh Perumda.

‘’Jadi usul saya agar Perumda pasar bisa membuat aplikasi online market. Saya kira ini bisa ditiru untuk dikembangkan Perumda Pasar,’’ tegas Tri Ani.

Pasar daring yang dimaksud seperti marketplace E-commerce, Bukalapak, Lazada, Shopee, serta aplikasi lainnya. Marketplace itu hanya menyediakan lapak bagi mereka yang ingin menjadi mitra dalam bisnis daring.

Baca juga :  Romo Magnis Suseno: Bangun Sikap Solidaritas dan Tertib Saat Pandemi Mengancam

Pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata dan dihadiri Dirut Perumda Pasar MGS, Made Sukantra, Tri Ani juga menginginkan inovasi jajaran direksi menjadikan pasar tradisional sebagai pasar tradisional modern dan bersih harus benar-benar diwujudkan. Menurut dia, stereotip yang masih berkembang di masyarakat bahwasanya wajah pasar tradisional itu kotor dan kumuh.

Jika pasar itu bersih, bukan tidak mungkin bisa mewujudkan fungsi lain untuk pasar itu sendiri. Yakni pasar wisata. ‘’Selain itu, kita juga bisa jadikan pasar oleh-oleh Bali,’’ ucap Tri Ani.

Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra menyambut baik usulan untuk membuat pasar daring. ‘’Kita memang tidak bisa pungkiri, untuk kedepannya online market menjadi sebuah keharusan,’’ katanya menanggapi usulan anggota dewan itu. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.