Perbaiki Perda Desa Adat Harus dengan Revisi, Golkar Sebut Tidak Harus Tunggu Lima Tahun

  • Whatsapp
SUGAWA Korry memaparkan hasil kajian dan rekomendasi pemajuan serta penguatan desa adat yang dibuat dalam bentuk buku, di DPD Partai Golkar Bali, Senin (15/2/2021). Foto: hen
SUGAWA Korry memaparkan hasil kajian dan rekomendasi pemajuan serta penguatan desa adat yang dibuat dalam bentuk buku, di DPD Partai Golkar Bali, Senin (15/2/2021). Foto: hen

DENPASAR – Sesuai rangkuman dan kajian hasil webinar tentang pemajuan dan penguatan desa adat, ditemukan sejumlah persoalan elementer yang patut diperbaiki. Untuk membenahi kekurangan substantif tersebut, jalan satu-satunya adalah dengan merevisi Perda Provinsi Bali Nomor 4/2019 tentang Desa Adat. Penegasan itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, saat merilis buku kajian webinar desa adat, Senin (15/2/2021).

Sebelum sesi tanya-jawab, Sugawa membagikan buku setebal 69 halaman dan bergambar gadis penari Bali tersebut kepada wartawan. Selayaknya karya ilmiah, dalam daftar isinya tercantum Kata Pengantar, Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Kritis dan Konstruktif Tentang Pemajuan dan Penguatan Desa Adat, Bab III Simpulan dan Rekomendasi.

Bacaan Lainnya

Sugawa memaparkan, buku itu akan dikirim ke Gubernur, Wakil Gubernur, semua unsur pimpinan di DPRD Bali, para kepala daerah di Bali, ketua DPRD kabupaten/kota, dan semua perguruan tinggi di Bali. Kata dia, jika desa adat menjadi topik bahasan, pasti menarik perhatian semua pihak. Sebab, desa adat benteng terdepan yang mengayomi dan melindungi adat, budaya, dan agama Hindu di Bali.

Menilik sejarahnya, ucap Sugawa, desa adat merupakan lembaga independen dan tidak pernah lepas dari lembaga yang menaungi yakni pemerintah. Dua ciri itu melekat di desa adat, sehingga desa adat sangat dinamis serta tidak steril untuk dilakukan perubahan. Peraturan yang memayungi desa adat juga tiga kali berubah, yakni Perda 6/1986, Perda 3/2001, dan perda 4/2019. Sepanjang perjalanannya, desa adat dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan strategis yang menyebabkan terjadi dinamika regulasi yang mengatur.

Baca juga :  Polsek Pupuan Lakukan Disinfeksi di Desa Karyasari

“Banyak hal positif, tapi tidak sedikit perlu disempurnakan. Selama setahun Perda berjalan, berkembang berbagai hal termasuk yang jadi masalah. Kami menemukan 13 persoalan yang harus direspons jika kita ingin lebih sempurna. Meski pandemi, Golkar tetap berusaha tampil ketika kondisi menuntut karya nyata,” ucapnya didampingi DAP Sri Wigunawati sebagai moderator dan fungsionaris lainnya.

Karena ada tokoh masyarakat menilai ada persoalan substansial dalam Perda Desa Adat, sambungnya, Golkar menilai pandangan itu substantif. Maka jawaban untuk membenahi adalah dengan revisi. Setiap perda harus ada pergub sebagai implementasinya. Maka, jelasnya, jika Perda Desa Adat direvisi maka Pergubnya juga mesti direvisi.

“Ada hal kasuistis, itu diselesaikan dengan rekomendasi Gubernur atau DPRD. Golkar tidak hanya melihat ada masalah, tapi juga memberi solusi atas masalah itu,” terang Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Jika hasil kajian Golkar itu diabsorbsi untuk revisi, dia berkata pintunya bisa dari legislatif atau eksekutif. Namun, jika kemudian usulan itu tidak disambut positif, Sugawa menegaskan akan terus mendorong lewat perjuangan Fraksi Golkar agar dapat diwujudkan.

“Memang sementara ini prioritas kita semua penanganan Covid-19, tapi jangan mengabaikan regulasi agar semua berjalan serentak dan seirama. Kita harus amankan desa adat dari regulasi. Jika mendesak, tidak perlu tunggu lima tahun, banyak yang seperti itu,” pungkasnya.

“Tugas kami hanya merangkum dalam buku, selanjutnya bergantung Pemprov Bali. Ada gambaran persoalan dan kekurangan dalam Perda Desa Adat yang harus dicermati, juga rekomendasi yang ditawarkan bertitik tolak dari para pakar saat webinar. Rekomendasi agar direvisi karena banyak hal substantif. Ini sumbangan Golkar untuk pemajuan dan penguatan desa adat,” imbuh Wigunawati. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.