Penyelewengan Dana Rp10 Miliar, DPRD NTB Minta Bank NTB Syariah Introspeksi Diri

  • Whatsapp
RUSLAN Turmudzi (kanan) saat bersama Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. foto: rul

MATARAM – Dana Rp10 miliar milik Bank NTB Syariah diduga diselewengkan oknum internal berinisial PS, dengan modus mentransfer ke tiga rekening berbeda yang dia miliki.

Kondisi ini mendapat sorotan Komisi IV DPRD NTB, Ruslan Turmuzi. Sebab, Dirut Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo, mengklaim temuan penyelewengan dana itu sebagai prestasi direksi yang merotasi jabatan, sehingga fraud atau kecurangan itu terungkap.

Bacaan Lainnya

“Pekerjaan tracing atas mutasi dalam dunia perbankan merupakan pekerjaan rutin dan berulang-ulang, bukan keistimewaan dan spesial. Itu pekerjaan pegawai setingkat clerk (juru tulis) dan pegawai dasar,” tuding anggota Fraksi PDIP itu, Minggu (11/4/2021).

Ruslan menilai janggal jika temuan fraud itu diapresiasi. Apalagi terungkapnya dugaan penyelewengan itu karena ada demo masyarakat, bukan karena langsung diungkap manajemen bank. Manajemen baru melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum setelah adanya demo, yang memberi kesan keseriusan bertindak muncul lantaran terendus publik.

Dia menilai janggal Rp10 miliar tidak terdeteksi dalam pelacakan transaksi. Apalagi bank itu hanya ramai saat gajian PNS, transaksi kas daerah atau program pemerintah.

”Sekali lagi pelacakan transaksi merupakan pekerjaan seorang pegawai bawah setingkat clerk, bukan kerjaan seorang Dirut. Ini jelas karena ada fraud, bukan karena pelacakan baru ditemukan fraud oleh Dirut. Jangan dibolak-balik,” sindirnya.

Baca juga :  Bupati Mahayastra Instruksikan Pecat Pemalsu Akta Cerai

Dia juga menyayangkan kasus tersebut justru dianggap “baru sebatas dugaan” oleh Dirut. Jika benar begitu, mengapa muncul angka Rp10 miliar? Dia bertanya apakah Dirut mengeluarkan uang talangan atas setiap klaim nasabah dengan jumlah Rp10 miliar tersebut? “Hati-hati Dirut memberi klarifikasi kerugian bank sudah terekspos 10 miliar, mungkin dugaannya lebih dari itu,” sergahnya.

Soroti Pertumbuhan Bisnis

Ruslan juga menyoroti klaim Dirut soal pertumbuhan Bank NTB Syariah. Sebelumnya, Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Muhamad Usman, berkata kemajuan bisnis Bank NTB Syariah terus menunjukkan kemajuan dari sebelum berkonversi.

Menurut Ruslan, klaim bisnis bank terus tumbuh justru terkesan blunder. Meski manajemen mengklaim bank lebih maju saat berkonversi dari konvensional ke syariah, tapi aset yang dikelola justru dari hasil sebelum konversi.

“Perlu diingat baik baik bahwa aset dasar yang dikelola saat ini berasal dari konversi, bukan jerih payah direksi saat ini. Lebih-lebih Dirut kukuh yang terima sudah clear, tetapi ternodai saat ini dengan fraud 10 miliar,” ketusnya.

Ruslan mengatakan angka pertumbuhan di atas rata-rata nasional yang menjadi dalil prestasi Bank NTB Syariah, tidak dapat diterima begitu saja. Skala pertumbuhan nasional tidak dapat digunakan sebagai barometer, karena pertumbuhan 0,1 persen pada level nasional mungkin di Bank NTB harus mengejar angka pertumbuhan 1.000 persen, bahkan lebih.

“Akankah sama pertumbuhan Bank Mandiri Syariah 1 persen dengan pertumbuhan Bank NTB 1 persen juga? Mustahil terjadi. Tolong bekerjalah dengan benar dan jujur dalam memberi informasi kepada masyarakat, terlebih kepada stakeholder, lebih-lebih kepada shareholder (pemegang saham),” tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.