POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Hingga saat ini terdapat sebanyak 1.107 orang di Kabupaten Karangasem mengalami orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada. Penyebabnya juga variatif, mulai dari faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor sosial hingga asmara.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan jumlah tersebut sebenarnya jauh mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017. Kala itu ada 1.500 lebih orang mengalami ODGJ.
“Penurunannya lumayan banyak, itu karena kami rutin melakukan pengobatan, baik yang dilakukan puskesmas, RSUD maupun pengobatan berkelanjutan dengan merujuk pasien yang mengalami ODGJ ke RSJ Bangli,” terang Pertama, Rabu (12/4/2023).
Dengan berbagai upaya yang dilakukan dengan maksimal, sebutnya, ODGJ di Karangasem akhirnya mengalami penurunan. Namun, untuk terus dapat menurun, dia mengakui perlu dukungan berbagai pihak. Terutama dari pihak keluarga untuk selalu melakukan pengawasan dan rutin mengantar untuk berobat.
Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Sosial Karangasem, I Komang Daging, menambahan, dari 1.107 ODGJ di Karangasem, tiga orang di antaranya diserahkan ke Dinas Sosial agar bisa dilakukan pengobatan permanen. Hal tersebut karena pihak keluarga ODGJ tersebut tidak mampu untuk merawat, juga untuk biaya pengobatan.
“Sampai saat ini kami menerima tiga ODGJ yang sudah diserahkan pihak keluarga untuk diobati secara permanen. Dua orang sudah sejak dulu, dan satu orang lagi baru beberapa hari yang lalu diserahkan ke kami dan langsung kami rujuk ke RSJ Bangli,” kata Daging.
Daging juga berharap semua pihak harus saling bahu-membahu jika di wilayahnya ada yang menderita ODGJ. Pun langsung dilaporkan ke pihak terkait agar bisa dilakukan penanganan. Dengan begitu yang bersangkutan tidak sampai berbuat onar atau mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Dan, jika dari pihak keluarga mengaku sudah tidak mampu dan menyerahkan ke pemerintah, kami siap untuk menerima dan memberi rujukan ke RSJ Bangli untuk dapat diobati,” pungkasnya. nad
























