BULELENG – PT Bank Pembangunan Bali (Bank BPD Bali) terus melakukan berbagai terobosan dan berinovasi demi memajukan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut dibuktikan dengan Bank BPD Bali Cabang Singaraja yang terus mengucurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebagai bentuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng.
Kepala Cabang Singaraja Bank BPD Bali, I Made Sudarma, mengakui untuk menyalurkan KUR, pihaknya sudah menempatkan di beberapa lokasi, seperti di Desa Kubutambahan pada sektor pertanian mangga, dan duren di Desa Tajun. Di mana siklus pembayarannya pokok setahun dengan perhitungan bunga kredit tetap per bulan. Sedangkan di Kota Singaraja, kebanyakan nasabah Bank BPD Bali mengajukan KUR Modal Kerja.
‘’Kalau KUR di Singaraja pada pertanian dan PNS, dan pada sektor pertanian kebanyakan memakai KUR Mikro,’’ ungkapnya di Kantor Bank BPD Bali Cabang Singaraja, Buleleng, Selasa (2/8/2022).
Sudarma mengakui, ketika dampak pandemi beberapa waktu lalu perekonomian di Kota Singaraja tidak terlalu berimbas, sebab sebagian besar penduduknya banyak menjadi PNS. Maka dari itu, pertumbuhan kredit di Bank BPD Bali Cabang Singaraja cukup baik, sehingga tumbuh hingga Rp50 miliar.
‘’Artinya saya yang mempunyai 11 analis cukup bagus dalam bergerak yang dibuktikan dengan terus bertumbuhnya kredit dari Januari 2022 hingga Juni sudah mencapai Rp50 miliar,’’ jelasnya.
Ditambahkan, untuk Kredit Super Mikro diwilayahnya meskipun cukup sedikit peminatnya, namun KUR Mikro yang banyak peminatnya. ‘’Kami masih terus berusaha untuk bisa memenuhi target KUR Super Mikrodengan menggaet pasar-pasar di Singaraja. Sebab KUR Super Mikro berada di bawah target 80 persen. Sedangkan KUR Mikro dan Kecil sudah bisa melewati target,’’ paparnya.
Untuk bisa meningkatkan pertumbuhan kredit Bank BPD Bali Cabang Singaraja, pihaknya terus melakukan sinergi dengan pemerintah daerah, BUMDes serta juga Agen Mai Laku. Selain itu juga melalui QRIS Bank BPD Bali di Singaraja sudah tembus tiga ribu merchant. Bahkan UMKM di Pantai Penimbangan semuanya sudah mempunyai QRIS Bank BPD Bali.
‘’Ke depan UKM Binaan Dinas Koperasi Singaraja kita akan masifkan QRIS dan BaliPay,’’ bebernya, seraya melanjutkan, evaluasi kinerja Bank BPD Bali Cabang Singaraja pada Juni semester I dari sisi laba sudah memenuhi target sebesar 129 persen yang berasal dari kredit.
Sedangkan dari sisi kreditnya baru mencapai 99,52 persen dengan rasio NPL masih dibawah bank white, dan untuk dana pihak ketiga (DPK) mencapai 99,36 persen. ‘’Segi finansial Bank BPD Bali Cabang Singaraja masih stabil belum ada permasalahan. Tapi saya tidak memungkiri permasalahan kredit pasti ada, karena situasi kondisi yang menyebabkan NPL kita tinggi tetapi tetap masih di bawah dari standar, yaitu 3,6. Sehingga untuk menghindari NPL tinggi saya mengambil langkah restrukturisasi kredit dan melakukan kunjungan untuk memastikan kewajiban debitur dalam pembayaran,” jelasnya. nan
























