Pentingnya Wawasan Kebangsaan-Pembentukan Karakter Bangsa bagi Pelajar

KETUA Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan materi saat kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pembentukan Karakter Bangsa bagi Siswa/Siswi SMP di Kota Denpasar tahun 2025 di SMP PGRI 5 Denpasar. Foto: ist
KETUA Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan materi saat kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pembentukan Karakter Bangsa bagi Siswa/Siswi SMP di Kota Denpasar tahun 2025 di SMP PGRI 5 Denpasar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sekretaris Badan Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Kota Denpasar, Nyoman Oka Saljana, mewakili Kaban Kesbangpol Kota Denpasar, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pembentukan Karakter Bangsa bagi Siswa/Siswi SMP di Kota Denpasar tahun 2025 yang diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Denpasar.

Kegiatan ini berlangsung di SMPN 2 Denpasar pada Rabu (7/5/2025). Selain di SMPN 2 Denpasar sosialisasi juga menyasar siswa/siswi SMP PGRI 5 Denpasar.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Denpasar, Nyoman Oka Saljana, dalam sambutan tertulis Kaban Kesbangpol Kota Denpasar, menyoroti pentingnya pendidikan wawasan kebangsaan yang terintegrasi dengan pendidikan karakter kebangsaan. “Benar sekali, pemahaman yang kokoh terhadap Nilai-Nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan penting untuk membentuk karakter bangsa Indonesia,” ucap Oka Saljana.

Menurut Oka Saljana, para pelajar adalah generasi penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Karena itu mereka harus disiapkan tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga wawasan kebangsaan.

‘’Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud nyata komitmen kita semua dalam memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat kebangsaan yang kokoh serta karakter bangsa yang tangguh, kita percaya Denpasar mampu menjadi contoh harmoni sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,’’ kata Oka Saljana.

Ditegaskan, di tengah dinamika kehidupan bangsa yang penuh tantangan, sangat penting bagi kita semua untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan. ‘’Pembauran kebangsaan tidak hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, di antaranya melalui spirit Kota Denpasar yakni Vasudeva Khutumbakam, sikap saling menghormati, gotong royong, berintegritas, toleran, berjiwa  nasionalis dan menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan,’’ lugasnya.

FPK Kota Denpasar sendiri, diakuinya, tanggap dan peka terhadap dinamika pendidikan di Kota Denpasar serta selalu memberi atensi kepada generasi muda terutama di kalangan pelajar agar dapat memiliki pengetahuan yang cukup tentang wawasan kebangsaan, utamanya melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi.  

‘’Harapan kami, kegiatan sosialisasi ini dapat membuka wawasan siswa untuk lebih memahami makna kebangsaan dan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan  bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara, serta  memperkuat tekad dalam menjaga keutuhan NKRI,’’ sebutnya.

Ketua FPK Kota Denpasar, I Made Arka, sekaligus menyampaikan materi menjelaskan sosialisasi bertujuan untuk menanamkan sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme serta cinta bangsa dan negara sebagai upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi dan radikalisme di kalangan peserta didik. Indonesia terdiri atas banyak pulau, dengan berbagai suku, ras, agama yang beragam.

Maka para pelajar sebagai generasi penerus bangsa, harus memperkuat, memperkokoh, dan mempertahankan keutuhan NKRI. “Amalkan nilai-nilai luhur Pancasila di kehidupan sehari-hari dan jadikanlah perbedaan untuk menyatukan diri, sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia,” ujar Made Arka.

Terkait contoh amalan nilai-nilai Pancasila, Made juga menambahkan, bahwa mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi kewajiban, termasuk juga di dalamnya merawat serta menjaganya, dan kita bangga menjadi Warga Indonesia.

‘’Hingga kini warga Denpasar, termasuk para pelajar mampu membangun sikap saling menghormati dan menghargai, sebagaimana semboyan yang kita kenal, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,’’ ungkap Made Arka menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses