Pengawas Pemilu Mesti Kuasai Aturan

  • Whatsapp
I Ketut Rudia. Foto: Ist
I Ketut Rudia. Foto: Ist

DENPASAR – Menjadi pengawas pemilu tidak hanya dituntut memahami tugas dan wewenang menjaga demokrasi, tuntutan implementasi pengawasan saat bertugas harus sejalan dengan ketentuan yang berlaku. Menghadirkan hal ideal itu, menguasai aturan main merupakan keharusan bagi seorang pengawas pemilu. Pandangan itu dilontarkan Kordiv Hukum, Humas, dan Datin Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, Selasa (17/11/2020).

Pengawas pemilu, sebutnya, mesti menjaga integritas proses saat melakukan pengawasan. Misalnya ketika mereka mengawasi tahapan kampanye oleh paslon, wajib memastikan semua proses kampanye berjalan dengan baik dan benar. Yang diawasi antara lain bagaimana penerapan protokol kesehatan (prokes) dijalankan oleh paslon bersama tim mereka.  

Bacaan Lainnya

“Paslon beserta tim juga harus berkomitmen menegakan aturan prokes dengan ketat, tidak hanya sekedar ucapan, tapi pelaksanaanya harus sejalan. Di titik itu pengawas pemilu menjalankan kewajibannya,” urai mantan jurnalis media lokal di Bali itu.

Setelah integritas proses, sambungnya, tujuan pengawasan berikutnya adalah menjaga integritas petugas. Pengawas maupun pihak yang terlibat dalam Pilkada 2020 dituntut memiliki integritas tinggi. Apa yang dipikirkan maka itulah yang diucapkan dan dilaksanakan.

Khusus untuk di TPS, kata dia, peran pengawas TPS yakni mampu menjaga integritas semua pihak yang terlibat dalam pilkada. Muaranya adalah demi melahirkan pemimpin yang demokratis. Untuk itu dibutuhkan integritas ketiga, yakni integritas hasil yang juga masuk dalam domain pengawas. Kondisi tersebut dapat lahir bila konversi suara rakyat dalam memilih pemimpin benar-benar tanpa masalah.

Baca juga :  Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Lindungi Diri dengan Disiplin Lakukan Protokol Kesehatan

“Memang itu tugas berat, tapi jika semua sudah memiliki integritas yang baik, niscaya berdampak langsung terhadap integritas hasil pilkada. Makanya pengawas pemilu, termasuk pengawas TPS, mutlak harus memiliki bekal pengetahuan kepemiluan. Karena itu saya minta rekan-rekan pengawas serius mempelajari undang-undang tentang pemilu agar siap mengawasi di lapangan,” cetusnya mengakhiri perbincangan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.