1 Desember 2020, Pariwisata Mancanegara Belum Dibuka

  • Whatsapp
POTRET para turis asing di Pantai Kuta, Bali. Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), menegaskan, 1 Desember 2020, pariwisata untuk mancanegara belum bisa dibuka. Foto: ist
POTRET para turis asing di Pantai Kuta, Bali. Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), menegaskan, 1 Desember 2020, pariwisata untuk mancanegara belum bisa dibuka. Foto: ist

DENPASAR – Kendati  angka kesembuhan pasien Covid-19 meningkat tajam, namun pariwisata untuk mancanegara belum terlihat ada tanda-tanda akan dibuka kembali. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), menegaskan, 1 Desember 2020, pariwisata untuk mancanegara belum bisa dibuka.

Menurut Cok Ace, kebijakan membuka kembali pariwisata mancanegara selain dilihat dari kesiapan Bali sendiri, juga dilihat dari kesiapan pemerintah pusat. “Kita juga harus melihat negara-negara sumber wisatawan kita, apakah mereka sudah buka atau belum (memberikan kebijakan kepada warga negaranya untuk traveling-red). Jadi, berkaca dari hal itu, kelihatannya belum bisa Desember ini. Mudah-Mudahan tahun depan bisa,” ulas Cok Ace seusai menghadiri Welcoming Remarks ‘Berbagi Praktik Terbaik Pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak di Indonesia’, di Gedung Dharma Negara Alaya, di Denpasar, Selasa (17/11/2020).

Bacaan Lainnya

Cok Ace menegaskan, Bali sendiri telah siap membuka kembali pariwisata untuk mancanegara. Industri pariwisata, lanjut dia, seperti hotel, restoran, dan juga objek wisata lainnya telah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat dan telah mengantongi sertifikat protokol kesehatan. Namun, kesiapan tersebut tidak cukup hanya di Bali saja.

“Di Bali sendiri penyebaran Covid-19 sudah terkendali dengan baik. Hal tersebut bisa kita lihat dengan rasio kesembuhan yang cukup tinggi. Tetapi tidak cukup hanya di Bali saja. Dan, semua pihak berharap secepatnya pariwisata mancanegara dibuka. Kalau bisa awal tahun, atau triwulan pertama saya kira itu sudah bagus sekali,” tandasnya.

Baca juga :  Gianyar Belum Terapkan Denda Tidak Bermasker, Ini yang Dilakukan

Cok Ace juga mengungkapkan, bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Bali tengah melakukan kajian terkait hal tersebut. Kendati akan dibuka, lanjut Cok Ace, akan dilakukan dengan sangat terbatas. Yakni pada negara-negara tertentu saja. “Itu sedang kami kaji, sambil tetap memperhatikan kondisi di lapangan,” tandas Penglingsir Puri Ubud ini. 

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, menjelaskan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia telah menjajaki beberapa negara untuk diajak bekerjasama dalam travel coridor, yakni mengirimkan warga negaranya untuk berwisata ke Indonesia.

“Ini masih dalam penjajakan, sehingga kapan akan dibuka kembali itu belum bisa dipastikan. Kendati demikian, Bali sendiri telah menyiapkan berbagai kesiapan terutama protokol kesehatan di tempat-tempat wisata. Baik itu di hotel, restoran dan juga objek-objek wisata lainnya,” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Menurut Astawa, hingga saat ini untuk hotel yang telah terverifikasi dan mengantongi sertifikat protokol kesehatan sebanyak 183 hotel yang ada di bawah provinsi dan di kabupaten/kota 278 hotel, Sedangkan untuk restoran sebanyak 40, desa wisata 2, detinasi wisata 78, mall 6, transportasi 40, wisata tirta 33, dan 73 travel/biro perjalanan wisata. “Jadi pada intinya pariwisata Bali telah mempersiapkan diri, jika sewaktu-waktu akan dibuka kembali. Kami masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat,” tandas Astawa.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Bali juga telah melakukan penilaian terhadap pelayanan publik seperti terminal, pelabuhan, angkutan moda dalam trayek maupun luar trayek termasuk anggkutan barang sesuai dengan Pergub No.3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Sektor Transportasi.

Baca juga :  Percaya Survei, Golkar Optimis Menang Signifikan di Bangli

“Penilaian dilakukan tiga gelombang. Pada gelombang pertama kami telah menyerahkan sertifikat kepada 16 perusahaan yaitu terminal, pelabuhan penyebrangan, kapal penyebrangan, dan angkutan pariwisata. Dan hari ini (kemarin-red) yang merupakan gelombang kedua, kami menyerahkan sertifikat kepada 13 angkutan pariwisata. Jadi, totalnya hingga gelombang kedua ini, telah meyerahkan 29 sertifikat,” ungkap Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Gunawan. 

Sebelumnya, beredar berita yang menyebutkan tentang 1 Desember pariwisata mancanegara akan dibuka kembali. Hal tersebut pun telah dibantah Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Di mana Kepala Dinas Pariwisata, Putu Astawa tidak pernah membuat pernyataan bahwa 1 Desember akan dibuka kembali penerbangan internasional. “Itu hanya sepenggal yang diambil saat pelaksanaan Bali Democracy Forum pada 6 Desember di Nusa Dua,” pungkas Astawa. 019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.