Pengamat Berharap Jaya Negara Berpasangan dengan Non Kader

  • Whatsapp
Foto : Subanda
Nyoman Subanda

DENPASAR – DPP PDIP hingga saat ini belum menurunkan nama-nama yang direkomendasikan untuk maju dalam Pilkada serentak di 6 kabupaten dan kota di Bali. Sementara di kabupaten dan provinsi lainnya di Indonesia, rekomendasi dari DPP PDIP sudah turun. Bali dan NTT hingga saat ini belum turun.

Pengamat politik dari Undiknas Denpasar, Dr. Nyoman Subanda menjelaskan, di tubuh dalam PDIP hingga saat ini figur sentralnya tetap berada di Megawati Soekarno Putri. Selama PDIP dipimpin Mega maka Bali tetap menjadi anak emas. “Secara emosional, Mega memiliki hubungan yang khusus dengan Bali karena memang memiliki garis keturunan dari Bali. Secara politik, PDIP selalu menang di berbagai event politik di Bali mulai dari Pilkada, Pileg, Pilpres. Jadi, bila hingga saat ini PDIP belum menurunkan rekomendasi untuk enam kabupaten dan kota di Bali maka sesungguhnya DPP PDIP sudah optimis jika akan mengantongi kemenangan di Bali,” ujarnya di Denpasar, Senin (24/2/2020).

Bacaan Lainnya

Namun untuk saat ini, PDIP masih terlalu kuat di Bali. Untuk di enam kabupaten di Bali, ada banyak kader yang sudah mumpuni dengan elektabilitas dan popularitas yang tinggi.

Di Kota Denpasar misalnya, sekalipun rekomendasi belum turun namun untuk sementara ini publik sudah mengetahuinya bahwa yang akan menjadi Calon Walikota adalah IGN Jaya Negara yang saat ini menjadi Wakil Walikota Denpasar.

Baca juga :  Dilema Giri Menatap Rekomendasi: Menelisik Gejolak Internal PDIP Badung

Subanda menyebut jika Jaya Negara adalah kader kesayangan Megawati. Jaya Negara juga memiliki hubungan baik dengan tokoh dari Puri Satria yang memiliki hubungan khusus dengan Megawati.

“Saya berharap agar calon wakilnya berasal dari non kader. Asalkan bukan dari PDIP. Entah itu dari kader partai lain atau kader non partai. Namun lebih baik adalah kader non partai yang memiliki popularitas tinggi dengan basis massa yang besar. Dan kader seperti itu banyak di Denpasar ini. Bisa juga dari tokoh budaya, pariwisata, atau akademisi,” ujarnya. (003)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.