Ribuan KBS Numpuk di Kantor Kaling Pesalakan Tuban

  • Whatsapp
KARTU Badung Sehat yang belum diambil pemiliknya sejak bertahun-tahun.
KARTU Badung Sehat yang belum diambil pemiliknya sejak bertahun-tahun.

MANGUPURA – Sejak dikeluarkan 2015 lalu, lebih dari 1.000 Kartu Badung Sehat (KBS) numpuk di banjar Pesalakan Tuban dan tak diambil pemiliknya. Ribuan keping KBS tersebut numpuk di depan meja pos pelayanan banjar Pesalakan Tuban, tanpa pernah dicari sang pemilik kartu.

Upaya sosialisasi keberadaan kartu tersebut sudah berkali-kali dilakukan oleh Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Pesalakan, namun belum membuahkan hasil. “Kami sudah mensosialisikan kartu ini sejak baru keluar. Baik melalui medsos, informasi ke lingkungan atau paruman banjar. Tapi sampai saat ini belum ada pemilik kartu yang mengambil,” ujar Kepala Lingkungan Pesalakan, Nyoman Sudarta, Senin (24/2/2020).

Bacaan Lainnya

Dari sekitar 6 ribu lebih warga banjar Pesalakan Tuban, hanya sekitar 5 ribuan warga yang telah mengambil KBS. Sisa warga yang tidak mengambil kartu tersebut diakuinya sulit ditemukan di alamat tempat tinggal yang tertera dalam kartu.

Hal itu karena mobilitas warga Tuban, tidak mau melaporkan dirinya saat berpindah tempat tinggal. Hal itu dibuktikan dengan adanya salah seorang warga yang baru 4 hari lalu mengambil KBS, saat ditanya ia mengaku telah pindah tempat tinggal ke wilayah Kuta. “Baru sakit, baru ada yang datang meminta kartu. Ini kan kesadaran mereka untuk melaporkan dirinya sangat minim. Ini juga yang menjadi kesulitan kami saat hajatan pemilu. Susah sekali petugas menemukan yang terkait, sebab kabarnya ada yang sudah pindah ke luar bali, ada ke Denpasar, ada yang ke kecamatan lain,”ungkapnya.

Baca juga :  Gelora Bung Karno, Stadion Terfavorit di Asia Tenggara Versi AFC

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Tuban, Ketut Murdika juga membenarkan hal tersebut. Bukan hanya lingkungan banjar Pesalakan Tuban saja yang mengalami hal tersebut, juga lingkungan banjar Tuban Griya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.