TABANAN – Aksi pencurian di Pura Prajapati dan Pura Dalem Desa Adat Tajen, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan, belum terungkap. “Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek PenebelAKP I Nyoman Artadana, usai upacara virtual HUT ke-75 Bhayangkara, di Polres Tabanan, Kamis (1/7/2021).
Aksi pencurian di kedua pura tersebut diketahui pada Senin (28/6/2021). Pelaku menggasak sejumlah sarana sembahyang, seperti sangku (tempat tirta) dan uang kepeng (pis bolong). Saksi Ida Ayu Putu Suati selaku Mangku Istri Pura Prajapati mengatakan, ketika itu dia datang ke pura untuk bersih-bersih dan sembahyang.
Saat membersihkan halaman pura, dia melihat pintu gudang sedikit terbuka, dan setelah dilihat dari dekat ternyata engsel gembok dalam keadaan rusak.
Saksi pun curiga, ketika masuk ke dalam gudang, dan melihat pintu almari kaca juga terbuka. Beberapa barang berserakan di lantai. Apa yang dilihatnya itu kemudian diinformasikan kepada Bendesa Adat Tajen dan Mangku Ratu Nyoman, yang kebetulan pada saat itu datang ke Pura Prajapati untuk sembahyang.
Dari pengecekan ke ruangan tersebut, Mangku Prajapati I Gede Made
Sumantra pun bergegas mengecek gudang Ratu Nyoman yang berlokasi di Pura Dalem Adat Tajen, kira-kira berjarak 50 meter di sebelah utara Pura Prajapati. Di gudang Ratu Nyoman, engsel pintu juga dalam keadaan rusak, dan beberapa barang di dalam almari kaca juga raib.
Dari yang terjadi di kedua pura tersebut, mereka mendapati beberapa barang ada yang hilang. Di Pura Prajapati, yang hilang antara lain dua buah sangku berbahan kuningan, tiga buah sangku berbahan perak, beberapa kepeng asli (pis bolong), namun jumah pasti tidak diketahui.
Kehilangan serupa juga terjadi di Gudang Ratu Nyoman Pura Dalem. Antara lain berupa dua buah sangku berbahan kuningan dan tiga sangku berbahan perak. Di gudang Pura Dalem, yang hilang berupa 20 sangku terbuat dari kuningan dan perak, serta 20 buah bokor. gap
























