Penambahan Durasi Belajar PTM Terbatas Tunggu Evaluasi PPKM

  • Whatsapp
SISWA SMP PGRI 2 Denpasar wajib cek suhu sebelum masuk kelas untuk mengikuti PTM Terbatas di sekolah. Foto: ist
SISWA SMP PGRI 2 Denpasar wajib cek suhu sebelum masuk kelas untuk mengikuti PTM Terbatas di sekolah. Foto: ist

DENPASAR – Memasuki pekan ketiga pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di tingkat pra sekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama di Kota Denpasar saat pandemi Covid-19, masih dianggap Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar berjalan aman dan lancar. Dan belum ditemukan kasus baru terjadinya penyebaran positif Covid-19, setelah diterapkannya protokol kesehatan yang ketat di seluruh sekolah, yang menjalankan PTM Terbatas.

‘’Astungkara pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di Denpasar aman dan terkendali. Secara umum belum ditemukan kasus positif setelah proses belajar mengajar di sekolah. Belum ada ditemui anak terdeteksi positif Covid-19,’’ ujar Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Senin (18/10/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Eddy Mulya, setelah penerapan PTM Terbatas berjalan sukses, perlu dilakukan pengawasan terus terhadap sekolah. Apakah ada rencana akan menambah durasi belajar di sekolah?

Eddy Mulya menyebut, penambahan durasi belajar di sekolah, perlu dilakukan kajian bersama kepala sekolah, guru-guru, termasuk stakeholder lainnya. ‘’Penambahan durasi belajar di sekolah sambil secara simultan menunggu evaluasi PPKM untuk Bali, khususnya Kota Denpasar,’’ ujar Eddy Mulya.

Sejak PTM Terbatas dibuka 1 Oktober lalu, durasi PTM Terbatas berlangsung selama 2 jam dan pada tingkat sekolah dasar murid hanya datang dua hari dalam seminggu.  Selebihnya, pembelajaran tetap dilakukan secara daring seperti yang sudah dilakukan selama ini, berdasarkan jadwal yang diatur oleh masing-masing sekolah.

Baca juga :  Kapolres Bangli Ketatkan PPKM Mikro dan Disiplin Prokes

‘’Untuk pengaturan sesinya, kami bebaskan kepada setiap perangkat sekolah, misalnya, dibagi berdasarkan ganjil atau genap, nomor absen atau dari absensi dibagi menjadi dua,’’ ungkapnya.

Eddy Mulya berujar, setiap sekolah mesti menjamin protokol kesehatan dipatuhi dan dilaksanakan dengan disiplin untuk menghindari penyebaran Covid-19. Siswa tetap belajar menggunakan masker, tersedianya tempat cuci tangan, dan proses belajar di sekolah tetap menjaga jarak.

Sekolah juga tidak diperbolehkan membuka kantin. Tidak ada waktu istirahat, peserta didik langsung pulang setelah pembelajaran selesai.

“Aturan masih tetap sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh keputusan bersama 4 menteri dan Perwali 29 Tahun 2021. Siswa tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, durasi belajar masih dua jam, dan siswa yang masuk dibatasi. Sampai saat ini masih berjalan lancar penerapan prokesnya,” kata Eddy Mulya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.