Pemprov Dua Tahun Tak Lunasi Utang, Kontraktor Bersatu Beri Kado Akhir Jabatan Gubernur Zul

AKSI keprihatinan para rekanan yang tergabung dalam Kontraktor Bersatu dengan membuat karangan bunga dan kue tart sebagai kado untuk Gubernur Zulkieflimansyah yang belum menuntaskan utang hingga dua tahun. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Puluhan kontraktor (rekanan) yang bergabung dalam Kontraktor Bersatu di Provinsi NTB, melakukan aksi keprihatinan dengan membuat karangan bunga dan kue tart dilengkapi lilin, ditujukan kepada Gubernur Zulkieflimansyah yang akan berakhir masa jabatannya pada 19 September mendatang, Jumat (18/8/2023).

Aksi di Kota Mataram ini sebagai wujud kedukaan atas dua tahun pemerintahan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah tidak melunasi utang Pemprov NTB, atas pelaksanaan proyek fisik yang tuntas dikerjakan sejak APBD 2022 hingga APBD Perubahan 2022.

Bacaan Lainnya

Koordinator Kontraktor Bersatu, Amrullah, mengaku berterima kasih kepada Gubernur Zulkieflimansyah yang “mampu berbuat untuk rakyat NTB dalam rangka meninggalkan hutang daerah hingga kini”. Utang daerah hingga akhir jabatan Gubernur yang tinggal sebulan lagi, dirasa merupakan sejarah baru bagi Provinsi NTB.

“Kami berterima kasih peninggalan utang atas pekerjaan yang sudah kami kerjakan itu. Maka, atas pencapaian itu, kami memberi hadiah berupa karangan bunga dan roti tart,” sindirnya di hadapan awak media.

Dia menuturkan, karangan bunga bertuliskan “Selamat Purna Bakti Gubernur Zulkieflimansyah, utang Pemprov NTB tahun 2022…??? Selamat untuk NTB Gemilang” itu agar Penjabat Gubernur NTB dapat menuntaskan kewajiban atas proyek fisik, yang tak kunjung dituntaskan.

Apalagi dia dan rekan-rekannya sabar menanti hingga dua tahun menunggu jawaban kesanggupan pembayaran. Nilai utang bervariasi di antara para kontraktor. “Bahkan ada salah satu rekanan di Pulau Sumbawa, di APBD 2022 utangnya mencapai Rp4 miliar, belum dibayarkan,” ketusnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, seandainya Pemprov NTB tidak mampu menuntaskan segala beban utang, lazim di sejumlah pemerintahan daerah di Indonesia, maka Pemprov tinggal membuatkan surat pengakuan utang daerah. Hal ini agar pemerintahan selanjutnya dapat membayarkan segala utang dan kewajibannya.

“Aksi ini adalah tanda bahwa Pak Gubernur sangat baik dalam hal belum menuntaskan kewajibannya. Karangan bunga awalnya kami akan bawa ke Pendopo, tapi enggak jadi. Kami akan berikan lanjutannya esok hari di kantor Gubernur,” sambungnya.

Kontraktor lainnya, Rahmat, menuding beban utang daerah hingga dua tahun merupakan tanda pengelolaan atau manajemen keuangan Pemprov NTB sangat buruk. Rahmat mengaku dijanjikan sejak awal Juni hingga awal Agustus 2023, semua beban utang Pemprov akan bisa terselesaikan.

Hal itu sesuai pernyataan Kepala BPKAD NTB, Syamsul Rizal. Sial, hingga kini tanda-tanda pembayaran tak kunjung ada titik terang. “Bagaimana ada sebuah kejelasan iklim usaha di daerah jika Pemprov NTB tidak komit pada janjinya?” sergahnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses