POSMERDEKA.COM, MATARAM – Anggota Fraksi PPP DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar; berdiskusi ringan dengan Pengerakse Agung Majelis Adat Sasak (MAS), Lalu Sajim Sastrawan, terkait pelestarian nilai budaya masyarakat, pembangunan manusia hingga terkait Pemilu 2024.
Pada diskusi itu, Hamzar yang juga caleg untuk DPR RI Dapil Pulau Lombok menargetkan dapat membangun Balai Budaya untuk melestarikan nilai budaya masyarakat Lombok.
Sastrawan mengaku MAS berharap figur-figur yang akan tampil nanti adalah mereka yang dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat NTB.
Dia berujar, anggota DPR RI Dapil Lombok dan para anggota DPD RI Dapil NTB yang akan datang adalah orang-orang yang memiliki kapasitas, berjaringan luas serta memiliki komitmen membangun daerah.
“Bukan berarti figur-figur yang lama ini tak baik dan tak mampu, tapi dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan yang kekinian kita butuh orang-orang memiliki jaringan luas, memiliki kapasitas dan kapabilitas tertentu,” sebutnya, Kamis (17/8/2023).
Dia menilai Hazmi Hamzar sebagai figur tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang maju di pemilihan legislatif DPR RI, merupakan figur mumpuni dan memiliki jaringan luas untuk membangun daerah. Potensi seperti Hamzar diajak diberi ruang, kesempatan dan dukungan.
Sastrawan berharap Pileg 2024 bisa menghasilkan juru bicara masyarakat NTB di pusat. Pun membawa berkah dari komunikasi-komunikasi dengan jaringan di Jakarta untuk diarahkan bantuannya kepada masyarakat NTB.
Salah satu masalah masyarakat NTB saat ini masih, terangnya, ada pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah. Artinya, aspek yang berkaitan dengan pengembangan SDM, Provinsi NTB masih terbelakang. Kemudian rata-rata lama belajar masyarakat NTB baru kelas 1 SMP, belum sampai kelas 2 SMP.
“Ini artinya SDM kita masih rendah. Ini tak bisa diubah secara alamiah, maka harus ada lompatan-lompatan strategis untuk kita melakukan pembangunan-pembangunan,” pintanya.
Bagi para penyelenggara negara dan penyelenggara pemerintahan, baik di legislatif maupun eksekutif, diserukan sungguh-sungguh memberi perhatian sesuai dengan amanat yang diberikan oleh undang-undang.
TGH Hazmi Hamzar memaparkan, dalam konteks pelestarian budaya, dia sangat ingin membangun Balai Budaya sebagai tempat masyarakat memelihara, merawat dan menunjukkan eksistensi budaya masyarakat Lombok.
Hal itu menurutnya menjadi salah satu prioritas. “Saya ingin membangun Balai Budaya ini, jangan sampai dihilangkan situs-situs yang ada. Ini untuk anak cucu kita,” tandas Hamzar yang juga pengurus MAS ini. rul
























