Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar Rangkaian Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur

WALI Kota Denpasar I Gusti Jaya Negara didampingi Wakil Wali Kota Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede saat menyerahkan punia di Pura Ulun Danu Batur, Senin (21/4/2025). Foto: ist
WALI Kota Denpasar I Gusti Jaya Negara didampingi Wakil Wali Kota Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede saat menyerahkan punia di Pura Ulun Danu Batur, Senin (21/4/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Jajaran Pemkot Denpasar melaksanakan bhakti penganyar serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan rahina Penyajaan Galungan, Senin (21/4/2025).

Pelaksanaan bhakti penganyar dipimpin Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta Anggota DPRD Kota Denpasar.

Bacaan Lainnya

Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya; Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana; Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara; Ketua GOW Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa; serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Pelaksanaan bhakti penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan pengilen Tari Rejang oleh Kecamatan Denpasar Barat, Topeng Wali oleh Sekaa Topeng Semara Kanti Padangsambian yang diiringi Sekaa Gong Dharma Laksana, Banjar Balun, Padangsambian. Rangkaian prosesi diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Griya Beraban, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan bhakti penganyar Karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun ini sudah kembali normal dengan selalu menjunjung tinggi makna dalam prosesi upacara.

“Tentu ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ucapnya. Selain itu, momen ini juga baik dimanfaatkan sebagai ajang mulatsarira. Sehingga keseimbangan alam semesta beserta isinya terutama sarwaprani, hasil pertanian dan perkebunan yang baik dapat tercipta.

Jaya Negara menambahkan, pelaksanaan bhakti penganyar juga bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur Pemkot Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadarma membangun daerah. “Rasa persatuan (menyama braya) umat Hindu harus kita pupuk, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta,” jelasnya.

Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Pelinggih Dane Jero Gede Batur Duwuran mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian akan dimulai selama sebulan penuh, dari Tilem Kasanga, 28 Maret 2025 dan berakhir pada Tilem Kadasa, 27 April 2025. Pada Puncak Ngusaba Kadasa bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa pada 12 April 2025 lalu digelar tiga ritual penting yakni Pepada Agung, Puncak Upacara, dan Upacara Tengahing Dalu.

Pada tanggal 13 April 2025 diadakan Pepada Penek dan Pujawali Wayon Ageng, sedangkan pada 14 April 2025 dilaksanakan Bakti Panganyar, Wayon Alit, Bakti Nebengin, Bakti Ngabuangin, dan Bakti Maider Gita.

Setelah Wayon Alit, Ngusaba Kadasa akan dilanjutkan dengan Bakti Panganyar hingga masineb (selesai) pada 24 April 2025. Bakti Panganyar berlangsung selama sembilan hari dari tanggal 15 April 2025 hingga 23 April 2025.

“Kemudian pada 24 April 2025 akan dilaksanakan panyineban yang terdiri atas Bakti Pepranian, Nuek Bagia Pulakerti, Mralina Sampian, dan Mendem Bagia Pulakerti, serta Bakti Patingkeb. Panyineban tepat pada Umanis Galungan,” ujarnya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses